Kediri (beritajatim.com) – Sekitar seratus orang suporter Persik Mania mendatangi Mess Persik Kediri pada Sabtu sore, 1 November 2025, untuk menyuarakan kekecewaan mereka terhadap ketidakpastian laga Persik Kediri melawan Persebaya Surabaya yang rencananya digelar di Stadion Brawijaya, Kediri. Para suporter menilai informasi yang simpang siur tentang pelarangan pertandingan di kandang sendiri perlu diluruskan oleh panitia pelaksana (Panpel) dan pihak berwenang.
Salah satu perwakilan Persik Mania, Fajar, menyampaikan bahwa sejak beberapa hari terakhir beredar kabar laga kandang Persik melawan Persebaya tidak bisa digelar di Kediri. Menurutnya, hal ini menimbulkan kebingungan dan kekecewaan di kalangan pendukung karena tidak ada penjelasan resmi.
“Kami mempertanyakan alasan tersebut. Dari segi kepanpelan itu bagaimana sih kinerjanya? Apakah sudah maksimal atau ada yang kurang? Kami ingin memperjelas sampai kapan pertandingan lawan Persebaya tidak bisa digelar di Kediri,” ujarnya.
Fajar menambahkan, Persik Mania menyesalkan keputusan tersebut mengingat hubungan antara suporter Persik dan Bonek, pendukung Persebaya, selama ini terjalin dengan baik tanpa ada gesekan berarti. “Kita tahu hubungan Persik Mania dan teman-teman Bonek itu cukup dekat, tidak ada masalah atau benturan apapun,” imbuhnya.
Para suporter berharap adanya mediasi antara Panpel, Pemerintah Kota Kediri, dan kepolisian untuk mencari solusi agar pertandingan dapat tetap digelar di Stadion Brawijaya. “Kami minta ada mediasi, karena renovasi stadion ini juga melibatkan vendor, pemborong, dan Pemkot. Semua pihak harus satu suara agar jelas,” tegas Fajar.
Menanggapi hal itu, Ketua Panpel Persik Kediri, Tri Widodo, menjelaskan bahwa izin pertandingan belum diterbitkan oleh Polres Kediri Kota karena hasil asesmen keamanan Stadion Brawijaya masih di bawah standar.
“Saya juga kecewa dengan terusirnya Persik dari rumahnya. Tapi hasil asesmen risiko keamanan menjadi dasar keputusan Polres,” ungkapnya.
Widodo menuturkan bahwa meskipun sejumlah fasilitas seperti ruang ganti pemain, ruang medis, dan ruang wasit telah direnovasi oleh Pemkot Kediri, aspek keamanan tetap menjadi sorotan utama.
“Skor keamanan masih rendah. Kapolres memutuskan bahwa selama pagar pembatas belum diganti, pertandingan melawan Persebaya atau tim manapun tidak akan diizinkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pagar pembatas antara tribun dan lapangan menjadi salah satu poin penting yang belum memenuhi rekomendasi sejak dua tahun lalu. “Kalau dikerjakan serius, penggantian pagar itu bisa selesai kurang dari sebulan. Tapi memang waktunya mepet,” ujarnya.
Sebagai solusi sementara, manajemen Persik mempertimbangkan opsi pemasangan pagar ganda atau barikade tambahan untuk meningkatkan keamanan. Mereka juga membuka ruang dialog dengan Polres Kediri dan Pemkot Kediri sesuai dengan aspirasi suporter. “Suporter minta ketemu dengan Polres dan pemerintah kota, nanti saya akan ikut dalam pertemuan itu,” tambah Widodo.
Hingga kini, manajemen Persik Kediri masih menunggu keputusan resmi terkait lokasi pertandingan melawan Persebaya Surabaya. “Kita harus segera menentukan stadion dan kota tempat pertandingan. Rencananya, keputusan final akan diumumkan pada Minggu,” pungkasnya. [nm/kun]






