Kediri (beritajatim.com) – Meskipun manajemen Persik Kediri telah menyodorkan kontrak baru, Septian Satria Bagaskara memilih meninggalkan tim kota kelahirannya. Striker 24 tahun ini tidak sepakat dengan kontrak yang disodorkan.
Direktur Utama Persik Kediri Rawindra Ditya mengaku, menyangkan tidak terjadinya kesepakatan antara kedua pihak. Sehingga, jebolan akademi Manchester United itu hengkang dari Macan Putih.
“Sangat disayangkan tidak tercapai kata sepakat dengan Septian, terutama mengenai kesempatan bermain musim depan,” kata Direktur Utama Persik Kediri Rawaindra Ditya.
Septian memang jarang diturunkan, sepanjang musim lalu. Dia hanya tampil dalam 15 laga dan mencetak dua gol saja. Striker asli Kediri ini sulit bersaing dengan striker asing Youssef Ezzejjari yang mampu jadi top scorer klub. Selain itu, masih ada M. Ridwan yang kini jadi ujung tombak timnas U-23.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Persik-Kediri”]Meskipun demikian, pihak manajemen Persik mampu mengikat local pride lainnya. Ada lima pemain putra daerah yang dipastikan bertahan untuk musim depan. Mereka adalah Fariz Aditama, Adi Eko Jayanto, Bayu Otto, Bagas Satrio, dan Jordan Zamorano.
Pelatih Persik Javier Roca menyebut lima pemain itu memang masuk dalam skema musim depan. “Bukan hanya karena bakat daerah saja, Bayu Otto cukup potensial meski sempat cedera. Begitu juga Bagas Satrio dan Jordan Zamorano. Walau menit bermainnya musim lalu belum cukup banyak, saya percaya ketiganya masih akan terus berkembang,” kata Roca.
Belakangan ini, Septian memang banyak dirumorkan dengan RANS Cilegon FC. Ada kabar bahwa Setiap akan memakai seragam baru ‘The Prestige Phonix di Liga 1 musim mendatang. “Sampai bertemu di lain kesempatan. Terimakasih. Saya Pamit,” tutup Bagaskara saat pamitan melalui akun instagram pribadinya. [nm/but]






