Kediri (beritajatim.com) – Persik Kediri kembali melakukan langkah evaluasi skuad menjelang kompetisi musim baru. Setelah sebelumnya melepas tiga pemain, kali ini manajemen klub memastikan bahwa Hamra Hehanusa, Geril Kapoh, dan Majed Osman tidak lagi menjadi bagian dari skuad Macan Putih.
Ketiganya diputus kontrak sebagai bagian dari strategi pembenahan tim. Hamra Hehanusa selama ini dikenal sebagai pilar di lini belakang, Geril Kapoh mengisi posisi penjaga gawang, sedangkan Majed Osman merupakan penyerang asing yang direkrut pada awal musim lalu.
“Pemain datang dan pergi merupakan hal biasa di dalam dunia sepakbola. Manajemen dalam melakukan evaluasi tentu melihat banyak faktor selain kontribusi di lapangan hijau,” ungkap Manajer Tim Persik Kediri, Muhammad Syahid Nur Ichsan, Sabtu (14/6/2025).
Menurutnya, keputusan ini sejalan dengan arah kebijakan klub yang lebih fokus memberi peluang kepada pemain lokal potensial. Persik Kediri memang dikenal sebagai klub yang kerap memberi panggung bagi talenta muda dari kasta bawah sepakbola nasional.
“Seperti halnya saat merekrut Kelly Sroyer dari klub Liga 2 dan pada akhirnya menembus timnas U23 Indonesia,” ujar Syahid.
Ia juga menyinggung nama M Khanafi sebagai contoh nyata strategi pengembangan pemain oleh klub. “Selain itu ada juga M Khanafi, pemain yang sebelumnya bermain di Liga 3 kemudian kita rekrut dan akhirnya semuanya tahu bagaimana dia sekarang mampu menjadi bagian tim serta memberikan kontribusi yang cukup baik,” imbuhnya.
Muhammad Syahid menegaskan bahwa evaluasi tim belum selesai. Manajemen masih terus memantau kebutuhan dan komposisi pemain sembari menunggu jadwal resmi kompetisi musim depan. “Jika ada pemain yang keluar tentu ke depannya pasti akan ada penggantinya, namun saat ini proses evaluasi masih berjalan,” pungkasnya. [nm/beq]






