Jember (beritajatim.com) – Persid akhirnya lolos ke Babak 28 Besar Liga 3 Jawa Timur, setelah mengalahkan Persema Malang 3-0 (1-0) di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (13/12/2023) sore.
Tiga gol Persid dicetak Muhammad Samsul Arifin pada menit 38 melalui titik penalti, Ghifari Vaiz Aditya pada menit 53, dan sang kapten Iwan Sampurno pada menit 80. Dengan kemenangan ini, Persid sudah mengoleksi 12 angka dan memuncaki klasemen sementara Grup H Liga 3 Jatim. Mereka hanya butuh hasil seri dari dua pertandingan sisa untuk menjadi juara grup.
Kendati menang, penampilan Persid di babak pertama jauh dari memuaskan. Permainan mereka seperti tak terpola. Beberapa kali anak-anak asuhan Misnadi Amrizal itu salah oper dan memberikan kesempatan kepada pemain Persema untuk membangun serangan.
Persid mendapat peluang emas saat Faisal Ramandani mendapat operan bola dari Junior Putra Bima yang menusuk masuk ke kotak penalti lewat sisi kanan pertahanan Persema. Gawang sudah kosong karena kiper Muhammad Naufal Al Faruqi sudah salah langkah. Namun Faisal memilih mengontrol bola lebih dulu sehingga bisa dihadang pemain bertahan Persema.
Sementara itu hadiah penalti dari wasit Dedi Nurhidayat untuk Persid berbau kontroversial. Berawal dari perebutan bola antara kiper Persema dengan pemain Persid, Dedi melihat adanya pelanggaran terhadap pemain tuan rumah.
Protes dilakukan pemain Persema. Namun Misnadi Amrizal menilai hadiah penalti tersebut wajar terjadi. “Bola sudah mengarah ke pemain kami. Pemain kami yang kena tinju kepalanya. Kesalahan bukan pada kami. Kalau kiper sudah naik, bola diamankan, lalu ada body contact, itu pelanggaran. Tapi kalau pemain kami mengamankan bola dulu (lalu ada pelanggaran), ya wajarlah kalau penalti,” katanya.
Samsul Arifin memecah kebuntuan dengan eksekusi yang dingin. Skor 1-0 untuk Persid.
Persema bukannya tanpa peluang. Setidaknya dua kali bola yang dihantamkan Maulana Rizki saputra dan Nikola Zalfa Islam mengenai tiang gawang Persid yang dijaga Guntur Egi Saputro.
Babak kedua, Misnadi memasukkan lima pemain. Pergantian ini terbukt jitu, karena gol tercipta pada menit 53 berasal dari skema serangan dua pemain pengganti. Diaz Daiva Alkautsar memberikan assist yang diselesaikan sempurna oleh Faiz.
Gol berikutnya diciptakan Iwan Sampurno melalui tendangan bebas langsung. Ini gol ketiga yang menempatkan Iwan sebagai pencetak gol terbanyak Persid selama empat pertandingan penyisihan Grup H. “Saya kira wajar. Pemain-pemain senior yang punya kualitas mungkin bisa mengarahkan tendangan bebas. Bukan berarti lini depan kami mandul. Tapi memang selama di latihan, tendangan bebas memang dilatih,” kata Misnadi.
Misnadi menegaskan pemilihan eksekutor tendangan bebas tidak asal tunjuk. “Memang dirancang dan dilatih untuk pertandingan yang begini. Kalau penalti terserah siapa yang lebih siap. Tapi kalau untuk tendangan bebas, memang terpilih Iwan Sampurno,” katanya.
Misnadi bersyukur bisa memetik tiga angka. Skor ini identik dengan pertandingan putaran pertama. “Terlepas dari itu, memang harus ada banyak pembenahan di tim kami, terutama di lini kedua. Situasi terakhir, kondisi pemain tim inti kami kurang dari seratus persen. Bukan masalah sakit, tapi terkendala recovery yang kurang. Pertandingan terakhir melawan Kresna Unesa, terjadi banyak benturan antarpemain, sehingga kondisi mereka 60-70 persen,” katanya.
Ini membuat Misnadi menurunkan pemain lapis kedua di babak pertama melawam Persema.. “Alhamdulillah babak pertama masih kondusif, walau banyak kekurangan di lini depan,” katanya.
Melihat sulitnya Persid menembus pertahanan Persema, Misnadi memutuskan untuk menurunkan pemain inti untuk mengubah jalannya permainan. “Permainan dan team work membaik, dan hasil akhirnya alhamdulillah bisa mengamankan tiga poin,” katanya.
Misnadi mengakui ada jarak kualitas antara pemain inti dan pemain cadangam. “Terutama di skill kemampuan dan mental. Yang paling kelihatan adalah masalah mental bertanding. Maklum mereka (pemain cadangan) belum pernah ikut kompetisi resmi, cuma sampai porprov. Ini perlu pembinaan. Inti Liga 3 memang pembinaan. Sykur-syukur mereka makin bagus ke depannya,” katanya.
Tidak pemain Persid yang cedera. “Tapi ada beberapa pemain yang harus dibenahi mentalnya, harus kami katrol pelan-pelan. Banyak aset Jember yang perlu dikatrol, terutama di menit bermain. Kalau teknik mumpuni,” kata Misnadi. [wir]






