Jember (beritajatim.com) – Panitia Disiplin Liga 4 PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi dua laga kandang tanpa penonton dan denda Rp 20 juta kepada Persid, menyusul penyerangan terhadap bus yang ditumpangi Persida Sidoarjo usai pertandingan di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Senin (19/1/2026).
Surat keputusan yang ditandatangani Rohmad Amrulloh tersebut diterima manajemen Persid Jember, Selasa (20/1/2026) malam. “Tentu kami sangat dirugikan. Tapi kami menghargai keputusan ini,” kata Ketua Yayasan Perid Jember Baru Jember Maju Ardi Pujo Prabowo, Rabu (21/1/2026).
Dalam suratnya, Pandis menegaskan, bus klub Persida Sidoarjo mendapat serangan lemparan batu dari penonton pendukung atau suporter Persid Jember. Serangan ini mengakibatkan ketakutan dan timbulnya perasaan terancam pada pemain dan ofisial Persida.
Sebagai tuan rumah Babak 16 Besar Liga 4, Persid Jember dianggap telah melanggar pasal 68 juncto pasal 69 juncto pasal 70 Kode Disiplin PSSI 2025.
Dengan sanksi ini, maka dua pertandingan Grup KK yang akan dilakoni Persid, di Stadion Jember Sport Garden, yakni melawan Mojokerto Putra pada 21 Januari dan melawan Perseba Bangkalan pada 23 Januari, dipastikan tanpa sorak sorai dan nyanyian suporter.
Ardi Pujo Prabowo mengatakan, dua pertandingan tanpa penonton itu menjadi ujian mentalitas bagi para pemain Persid. “Anak-anak yakin dan siap meraih poin penuh hari ini melawan Mojokerto Putra,” katanya.
Ardi berharap sanksi dari PSSI Jawa Timur ini bisa menjadi pelajaran bagi suporter Persid Jember. “Di era sepak bola modern, suporter harus bisa menjaga kondusivitas,” katanya.
Saat ini, Persid masih memimpin klasemen sementara Grup KK setelah menaklukkan Persida 2-1 dalam pertandingan pertama. Sementara Perseba dan Mojokerto Putra bermain 0-0. [wir]






