Jember (beritajatim.com) – Misnadi Amrizal, asisten pelatih Persid, sempat berteriak memprotes wasit Isnani Nur Ilmi yang tidak memberikan kartu kuning terhadap beberapa pelanggaran yang dilakukan pemain Banyuwangi Putra, di di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Jumat (19/11/2021).
Persid akhirnya kalah 0-1 dalam pertandingan sepak bola lanjutan kompetisi Liga 3 Zona Jawa Timur Grup J. Pertandingan itu diwarnai dua kartu merah untuk pemain Banyuwangi Putra Maulana Cahya Firdausi dan pemain Persid Figo Sapta Fahrezi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persid-jember”]
Misnadi menyebut, anak-anak asuhnya terkejut dengan permainan keras menjurus kasar pemain-pemain Banyuwangi Putra. “Saya tak mau mengambinghitamkan pengadil di lapangan. Cuma kalau mulai awal dia bertindak tegas, beda hasilnya. Sampeyan lihat sendiri, pelanggaran-pelanggaran terhadap pemain saya, ditarik dari belakang, bahkan pemain saya cedera, tidak ada kartu. Babak pertama tidak ada kartu. Itu jelas sekali. Bukan saya protes, tapi ayo fair play,” katanya.
Misnadi meminta agar wasit di lapangan bisa lebih jeli dan adil dalam mengambil keputusan. Ia mengingatkan, para pemain Liga 3 mayoritas berusia 21 tahun ke bawah. “Kami berharap untuk pertandingan ke depan, tim kami bisa lebih dewasa bermain dan wasit bisa lebih fair play,” katanya.
Mengenai insiden yang berbuah kartu merah untuk Figo, Misnadi mengaku tidak tahu bagaimana prosesnya. “Kami tidak tahu ada insiden apa. Yang memicu ini siapa?” katanya. [wir/suf]






