Ngawi (beritajatim.com) — Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Ngawi tengah bersiap mendukung Program Makan Gratis yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Ngawi, Eko Yudo Nurcahyo, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima arahan dari pemerintah pusat untuk mendata lahan yang akan digunakan sebagai area pengembangan pakan hijauan ternak.
“Kami diperintahkan untuk mendata lahan yang bisa digunakan untuk pakan hijauan, terutama bagi sapi perah yang nantinya akan didatangkan ke Ngawi,” jata Eko Yudo, Rabu (13/11/2024).
Hal ini dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan susu dalam Program Makan Gratis tersebut.
Eko Yudo mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 500 hektar yang tersebar di wilayah Kedunggalar, Jogorogo, dan Bringin.
Area ini berada di pinggir hutan, sebagian merupakan lahan milik Perhutani dan sebagian lagi milik daerah. “Kami sudah menyampaikan data lahan ini ke Dinas Peternakan Provinsi, yang kemudian diteruskan ke Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan,” tambahnya.
Selain itu, saat ini Ngawi telah memiliki sekitar 100 ekor sapi perah yang tersebar di daerah Kecamatan Sine, Jogorogo dan Kendal. Data Badan Pusat Statistik (BPS), untuk tahun 2022 ada 84 ekor sapi perah, untuk 2023 ada peningkatan hingga 116 ekor.
“Untuk mendukung program tersebut, jumlah sapi akan ditingkatkan, terutama dengan jenis sapi yang sesuai untuk dataran rendah, seperti sapi asal Argentina, sehingga tidak perlu ditempatkan di wilayah pegunungan seperti sapi impor dari Australia yang memerlukan cuaca dingin,” tambah Yudo.
Meskipun persiapan lahan sudah dilakukan, Eko Yudo menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada arahan lebih lanjut mengenai keterlibatan Pemkab Ngawi dalam pelaksanaan program ini, termasuk soal anggaran dari APBD atau dari pusat. [fiq/ted]






