Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) menggelar tes uji coba CBT jalur Mandiri lewat zoom dan youtube. Uji coba Computer Based Test (CBT) itu dilangsungkan agar peserta ujian mandiri bisa maksimal saat pelaksanaan pada tanggal 27-28 juli.
Prof. Dr. H.M Zainuddin, MA, Rektor UIN Maliki Malang, mengharapkan seluruh peserta uji coba CBT jalur mandiri bisa mengikuti dengan baik sehingga saat ujian yang sesungguhnya pada 27-28 Juli ini peserta bisa lulus sebagai mahasiswa unggulan di UIN Maliki Malang. “Usahakan saat ujian jaringannya kuat agar proses ujian bisa berjalan lancar,” ungkapnya saat menyampaikan di depan peserta uji coba CBT, Senin (25/07/2022).
Selain itu, rektor UIN Maliki juga menghimbau agar para peserta menyiapkan mental dan fisik. “Jangan panik, grogi, apalagi gugup. Kerjakan setiap soal dengan tenang sehingga bisa lebih fokus dan konsen saat menentukan jawabannya dalam setiap soal. Jadi maksimalkan uji coba CBT mandiri, sehingga pada hari H bisa lebih siap lagi,” imbuh Prof Zainuddin.
Kegagalan, kata dia, dapat terjadi akibat mental yang kurang siap sehingga ketika ujian peserta justru melakukan kesalahan sebab panik dan gugup. Oleh sebab itu tetaplah tenang dan jaga kesehatan. “Jika peserta sehat lahir batin insyaallah tes CBT mandiri ini dapat dilaksanakan dengan baik,” tandasnya.
Dia juga menambahkan, seleksi Mandiri ini bersifat kompetitif dan semua peserta harus bersaing. Kuota jalur mandiri ini tersedia 1.310 kursi saja. Sehingga satu banding lima dan itu berarti satu peserta bersaing dengan lima peserta.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-malang”]
Pada jalur ini jumlah pendaftar S1 jalur mandiri mencapai 5.775 peserta dan total keseluruhan baik S1 maupun program pascasarjana mencapai 6.346 peserta. “Dalam setiap tahunnya UIN Maliki Malang tidak bisa menerima mahasiswa baru lebih dari 5000 karena terkendala kapasitas ma’had. Jadi harap dimaklumi,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag juga menjelaskan jika ketatnya persaingan di jalur Mandiri ini tentu diharapkan dapat menghasilkan calon mahasiswa berkualitas, sehingga untuk mencapai mimpi kampus menuju Perguruan Tinggi yang unggul dan bereputasi internasional dibutuhkan input dan output lulusan yang berkualitas juga. “Saya mengharap, seleksi uji coba CBT jalur Mandiri ini bisa lebih kompetitif lagi sehingga mendapatkan calon mahasiswa yang unggul dan berkualitas,” harapnya. [dan/but]






