Ponorogo (beritajatim.com) – Gejolak konflik di kawasan Timur Tengah menjelang musim haji 2026 ikut menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Meski situasi kawasan masih dinamis, persiapan penyelenggaraan ibadah haji tetap berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan. Pemerintah memastikan seluruh tahapan keberangkatan jamaah tetap mengacu pada jadwal resmi.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Ponorogo, Marjuni, menegaskan bahwa proses persiapan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi masih berjalan sesuai timeline. Tahapan administrasi hingga keberangkatan calon jamaah terus dipantau agar tidak mengalami kendala.
“Persiapan haji tahun 1447 H / 2026 M masih seusai dengan timeline yang ditentukan,” kata Marjuni, Selasa (10/3/2026).
Saat ini, salah satu tahapan yang tengah dikejar adalah pengurusan visa bagi calon jamaah haji. Proses ini menjadi bagian penting sebelum jamaah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Selain itu, pihaknya juga melakukan pembaruan data jamaah melalui sistem pramanifes.
Marjuni menyebut pembaruan data tersebut dilakukan secara berkala agar seluruh dokumen jamaah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proses ini juga mengacu pada surat edaran yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Haji dan Umrah Jawa Timur.
“Saat ini pengurusan visa untuk jamaah haji 2026,” kata Marjuni.
Jumlah calon jamaah haji asal Ponorogo pada musim haji 2026 tercatat sebanyak 550 orang. Ratusan jamaah tersebut akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang atau kloter yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara.
“Jamaah haji Ponorogo berjumlah 550 orang yang terbagi menjadi 2 kloter,” jelas Marjuni.
Dua kloter tersebut yakni kloter 19 dan kloter 20. Seluruh jamaah dijadwalkan lebih dahulu masuk ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci. Untuk jadwal keberangkatan, kloter 19 direncanakan masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 26 April 2026 pukul 06.00 WIB. Sementara kloter 20 dijadwalkan masuk asrama pada hari yang sama, namun pada pukul 12.00 WIB.
“Direncanakan kloter 19 akan masuk asrama haji sukolilo Surabaya pada tanggal 26 april 2026 pada jam 6 pagi,” kata Marjuni.
Sedangkan untuk kloter 20, jamaah akan menyusul masuk ke asrama beberapa jam setelahnya. Jadwal ini telah disusun agar proses penerimaan jamaah di asrama berjalan tertib dan terkoordinasi.
“Sedangkan Kloter 20 diperkirakan akan masuk asrama haji Sukolilo pada tanggal 26 April juga namun jam 12 siang,” tambahnya.
Sementara itu, untuk jadwal awal pemberangkatan jamaah dari Embarkasi Surabaya, kloter pertama direncanakan mulai diberangkatkan pada 21 April 2026. Pemerintah berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar sehingga jamaah dapat menunaikan ibadah haji dengan aman dan nyaman. [end/aje]






