Lamongan (beritajatim.com) – Persela Lamongan ditahan imbang dengan skor 2-2 oleh lawannya Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan Liga 1 2021/2022, di Stadion Gelora Ngurah Rai Denpasar, Bali, pada Rabu (26/1/2022).
Lantaran tak mampu memungut poin penuh, klub berjuluk Laskar Joko Tingkir ini harus rela mendekam lebih lama di zona degradasi.
Pada babak pertama, Persela sebenarnya unggul lebih dulu melalui gol bunuh diri Muhammad Rizky Yusuf di menit 30. Namun, Persiraja mampu menyamakan kedudukan 1-1 melalui Akhirul Wadhan di penghujung waktu sebelum turun minum, tepatnya di menit 45+2.
Selanjutnya di babak kedua, Persela terus tampil agresif, hingga akhirnya pada menit ke-54 Valentino Telaubun berhasil membawa Persela kembali unggul 2-1 atas Persiraja.
Sayangnya saat menjelang akhir pertandingan, Assanur Rijal berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit ke-87. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-2 tak berubah.
Dengan hasil ini, Persela masih parkir di urutan 16 dengan raihan 17 poin. Sedangkan tim berjuluk Laskar Rencong harus tetap betah menduduki peringkat buncit dengan raihan 8 poin.
Pelatih Persela, Jafri Sastra mengungkapkan, bahwa para pemainya banyak melakukan kesalahan dalam pertandingan kali ini. Sehingga hasil buruk ini pun menjadi resiko yang harus ditanggung bersama.
“Yang pasti, hari ini kami melakukan banyak kesalahan. Hasil jelek ini adalah resiko bagi kami. Dua kali kita unggul, di babak pertama lalu kebobolan di menit akhir, dan di babak kedua, 5 menit mau habis kita juga kebobolan,” ungkap Jafri, saat konferensi pers, Rabu (26/1/2022).
Lebih lanjut, Jafri menyebut, jika kekurangan yang begitu tampak dari tim asuhannya adalah kerap kebobolan di menit-menit akhir. Tak hanya dalam pertandingan hari ini saja, namun juga pertandingan sebelumnya.
“Banyak kekurangan yang pasti dari tim kami, artinya dua kali keunggulan, tapi kami tidak bisa mempertahankan, hanya tinggal di ujung-ujung pertandingan,” kata pelatih kelahiran 1965 tersebut.
Saat pihaknya ditanya mengenai langkah apa yang akan dilakukan untuk Persela demi mengantisipasi seringnya kecolongan gol di menit akhir, Jafri justru hanya menanggapinya dengan kelakar khasnya.
“Untuk antisipasinya? Tolong kasih masukan saja, apa yang seharusnya dilakukan,” tukasnya.
Meski begitu, Jafri menegaskan, jika pihaknya tetap optimis bahwa Persela akan mampu keluar dari zona degradasi dan bertahan di Liga 1 ini.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persela”]
“Saya pengennya setiap pertandingan menang, tapi tidak semudah itu. Jika ditanya seberapa optimis bisa mempertahankan Persela di Liga 1, saya tetap optimis,” tandasnya.
Sementara itu, pemain gelandang Persela, Malik Risaldi meminta maaf karena ia bersama tim tak mampu tampil maksimal untuk membawa pulang 3 poin dalam laga melawan Persiraja.
“Kami selaku pemain, mohon maaf kepada warga Lamongan dan pelatih karena belum bisa mengasih hasil yang maksimal,” ucap Malik. [riq/but]








