Surabaya (beritajatim.com) – Manajemen Persebaya menilai PSSI terlalu memaksa pemanggilan Ernando Ari untuk bergabung dalam skuad timnas untuk pertandingan melawan Vietnam, Preliminary Joint Qualification Round 2 FIFA Word Cup 2026, Sabtu (23/3/2024).
Pasalnya kondisi Ernando masih belum sepenuhnya pulih dari cedera dislokasi bahu kanan yang ia alami bulan lalu usai laga melawan Bhayangkara FC, namun kiper asal Semarang ini dipaksakan untuk berangke ke Hanoi, Vietnam.
Sekretaris Persebaya, Ram Surahman mengatakan manajemen memang ada komunikasi dengan perwakilan timnas. Tentang rencana timnas membawa Ernando Ari ke Vietnam.
Persebaya menjelaskan, bahwa kondisi Nando belum sepenuhnya fit. Ia masih menjalani penguatan karena dislokasi bahu kanan yang dialami. ”Sejak cedera itu, ia tidak pernah main dan menjalani latihan khusus,” kata Ram.
Meski Persebaya sudah memberikan penjelasan tentang kondisi Nando, ternyata PSSI tetap memanggil kiper kelahiran Semarang tersebut. Sabtu pagi (23/3), pukul 02.44, bersamaan dengan sahur, masuk email surat dari PSSI yang isinya pemanggilan.
”Pada prinsipnya, jika agenda FIFA Matchday, kami akan mengirimkan pemain jika dipanggil timnas. Namun, perlu diketahui bersama, kondisi Nando masih dalam tahap pemulihan,” ucap Ram.
Karena itu, pagi tadi, Persebaya membalas surat PSSI. Persebaya mengembalikan posisi Nando akan dimainkan atau tidak ke PSSI. Persebaya juga mengirimkan diagnose dari tim dokter Persebaya tentang kondisi Nando ke PSSI.
”Nando seharusnya kami bawa ke rumah sakit Senin nanti (25/3), untuk menjalani pemeriksaan lengkap, untuk menentukan statusnya apakah dia ready to play. Ternyata, hari ini sudah harus terbang ke Vietnam. Kami berharap PSSI dan Timnas bisa bijak dalam menentukan Nando bermain atau tidak terkait dengan kondisi bahunya,” imbuh Ram.
Sebagai catatan, Nando sebelum cedera juga berbulan-bulan bersama timnas. Dalam rangkaian pemusatan latihan maupun pertandingan Piala Asia. Kembali ke Surabaya, beberapa hari, Nando bertanding melawan Bhayangkara dan cedera. Tidak pernah main lagi setelah itu. Kini, di saat nyaris sembuh, sudah harus bergabung lagi dengan timnas. (way/kun)






