Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya memilih Thailand sebagai lokasi pemusatan latihan atau training camp. Tim besutan Bernardo Tavares tersebut akan menjalani pemusatan latihan tertutup hingga 27 Agustus 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengatakan sepanjang masa pramusim timnya telah menjalani total tujuh pertandingan, termasuk lima laga di Piala Presiden yang berhasil membawa Rivera dkk. menjadi juara.
Kini, seluruh data dan catatan yang diperoleh selama sekitar satu bulan masa pramusim akan dievaluasi dan diperbaiki selama pemusatan latihan di Thailand.
“Target kami di pemusatan latihan ini adalah mempersiapkan tim dengan intensitas yang tinggi,” kata Coach Bernardo Tavares, Kamis (20/8/2026).
Pelatih asal Portugal itu menilai pemusatan latihan juga menjadi kesempatan penting untuk membangun hubungan yang lebih kuat antarpemain. Selama berada di Thailand, seluruh anggota tim akan menjalani berbagai aktivitas bersama dalam lingkungan yang lebih intens.
“Ketika berada di Indonesia, terkadang kami hanya bertemu saat latihan dan pertandingan. Di sini, para pemain bersama hampir 24 jam. Situasi seperti ini membuat hubungan antarpemain lebih mudah terbangun. Kami membutuhkan kebersamaan seperti sebuah keluarga, karena ketika menghadapi masa-masa sulit, kami membutuhkan satu sama lain,” tutur pelatih berusia 46 tahun tersebut.

Menurutnya, kebersamaan menjadi faktor penting bagi Persebaya dalam menghadapi kompetisi panjang. Berbagai situasi, termasuk masa-masa sulit, membutuhkan kekuatan kolektif dan kekompakan seluruh anggota tim.
Pemilihan Thailand sebagai lokasi pemusatan latihan juga memiliki pertimbangan tersendiri. Coach Tavares ingin para pemain merasakan lingkungan baru sekaligus menghadapi tantangan yang berbeda dari rutinitas latihan di Surabaya.
“Pemusatan latihan di negara yang berbeda juga memberikan motivasi baru bagi pemain. Lingkungan baru, lawan yang berbeda, dan suasana latihan yang berbeda akan membantu kami berkembang. Itu yang kami inginkan dari proses ini,” tandasnya.
Selain aspek fisik dan taktik, Coach Tavares memberikan perhatian besar terhadap pembangunan mentalitas pemain. Menurutnya, membentuk tim yang kuat membutuhkan pemain yang mampu memahami peran masing-masing sekaligus memiliki kemauan untuk berjuang bersama demi kepentingan tim.
“Target lainnya adalah membangun mentalitas pemain agar mereka bisa memberikan lebih banyak untuk tim. Kami ingin mereka memahami arti menjadi pemenang sekaligus menjadi rekan setim yang baik,” tutupnya. (way/but)






