Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya kecewa dengan keputusan Pemerintah Kota Surabaya yang tidak memperbolehkan menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo sebagai tempat pertandingan Pra musim hingga kompetisi musim 2023/2024.
Alhasil, hingga kini Persebaya masih mencari stadion homebase untuk kompetisi pra musim 2023/2024 usai ada pemberitaan yang menyatakan jika hingga saat ini pihak Pemerintah Kota Surabaya tidak memperbolehkan karena belum ada serah terima dari Kementrian PUPR. Ditambah, proses penjahitan lapangan yang belum tuntas menjadi dua alasan utama Stadion GBT belum dapat digunakan.
Hal ini sontak membuat Manajer Persebaya, Yahya Alkatiri mengaku kebingungan. Sebab menurutnya, Kadisbudporapar Surabaya mengeluarkan pernyataan yang bertolak belakang dengan atasannya, yaitu Wali Kota Surabaya.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/olahraga/11-pemain-bedol-tinggalkan-persebaya-siapa-menyusul/
“Di beberapa kesempatan, kita sudah dengar Pak Eri (Walikota Surabaya) mengizinkan penggunaan GBT. Lalu saya tahu dari media, kata bu Wiwiek belum boleh. Jadi ini gimana. Padahal Persebaya perlu menggunakan GBT sejak pra musim sebagai bagian dari persiapan,” ucap Yahya.
Sosok yang ikut membawa EPA Persebaya U-20 juara musim 2019 itu menyatakan proses pengajuan penggunaan GBT sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa pertandingan terakhir musim lalu. Sayangnya izin penggunaan stadion tidak pernah keluar dari Disbudporapar sebagai pengelola.
Diketahui, Persebaya Surabaya sudah tujuh bulan tidak dapat menggunakan GBT. Laga terakhir yang digelar di GBT adalah ketika Alwi Slamat dkk melawan Bali United 2 September tahun 2022 lalu. (way/kun)






