Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya, Aji Santoso melarang keras para pemainnya mengikuti kegiatan turnamen antar kampung atau yang kerap disebut Tarkam.
Dikatakan Aji, banyaknya para pemain Liga 1 yang mengisi kekosongan libur dengan bermain tarkam ini merupakan hal yang salah jika berdalih untuk menstabilkan kebugaran.
Dengan bermain tarkam, resiko cedera para pemain lebih besar dibandingkan dengan bermain di kompetisi, bahkan tidak ada jaminan kepada para pemain jika cedera usai bermain tarkam dari pihak panitia.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/olahraga/persebaya-selalu-kalahkan-5-klub-ini-di-musim-2022-2023/
“Saya larang pemain saya, tidak boleh main tarkam karena resiko cederanya besar. Kalau hanya memburu uang 2 atau 3 juta, lalu cedera panjang siapa yang rugi. Selain itu, bermain di tarkam itu juga menurunkan pride dan kualitas pemain. Karena apa, nanti malah akan jadi masalah panjang,” ungkap Aji.
Jika ada yang melanggar aturan, apakah akan ada hukuman? Aji Santoso berkilah tanpa jawaban, ia hanya menegaskan. “Kalau saya ngomong nggak pasti, para pemain tidak akan ada yang berani,” tegasnya.
Aji hanya memperbolehkan para pemainnya mengikuti fun football bukan tarkam, karena fun football ini tentu berbeda cara bermainya dengan tarkam. “Kalau fun football saja boleh karena itu sifatnya berlatih bersama dan berbeda dengan tarkam, itu tidak masalah,” ungkap Aji. (way/kun)






