Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya akan kembali ber-homebase di Stadion Gelora Bung Tomo. Bahkan, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memberikan lampu hijau untuk penggunaan Stadion Gelora Bung Tomo untuk menjamu Arema FC, 11 April 2023 mendatang.
Yahya Alkatiri, Manajer Persebaya mengatakan jika ingin kembali memakai kembali Stadion GBT sebagai homebase saat dua laga terakhir yaitu menjamu Arema FC dan Dewa United. “Intinya gini, kalau dari kami ingin balik lagi ke homebase. Pasti kita berusaha semaksimal mungkin balik ke homebase. Semoga ada jalan lah, segera,” ucap Yahya, Jumat (31/3/2023).
Sayangnya di pertandingan terdekat melawan Persija, Persebaya masih belum bisa menggunakan Stadion Bung Tomo karena permasalahan perizinan yang kurang dari 30 hari dan masih menggunakan Stadion Gelora Joko Samudro Gresik.
[berita-terkait number=”5″ tag=”persebaya”]
“Yang kita ketahui bersama, kalau gak salah, sejak November izin GBT ada di PUPR. Semoga ini bisa, PUPR segera mengembalikan ke pihak wali kota. Sehingga izin dari wali kota segera turun untuk Persebaya main di GBT. Terkait itu, juga ada Perpol minimal 30 hari. Kalau Persija, sepertinya tidak mungkin karena Perpolnya tidak bisa. Persija di Stadion Gelora Joko Samudro. Kemudian, nanti semoga lawan Arema FC kami berharap bisa main di GBT dengan penonton. Karena esensinya sepak bola untuk dilihat semuanya,” beber Yahya.
Sebelumnya, Yahya Alkatiri, manajer Persebaya mengatakan besar kemungkinan Persebaya akan menjamu Arema FC di Stadion PTIK Jakarta.
Laga Persebaya Surabaya vs Arema FC sejatinya digelar pada pekan ke-28 Liga 1 2022-2023, yakni 5 Maret 2023 lalu. Namun, PT Liga Indonesia Baru, selaku operator kompetisi resmi menyebut pertandingan tersebut ditunda. Laga bertajuk Derby Jatim tersebut dipindahkan 11 April 2023 mendatang.
Sementara itu, Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya memastikan akan memberi izin Persebaya bertanding dengan Arema FC di GBT. Ia juga sedang berupaya koordinasi dengan Kementerian PUPR. “Kalau sudah tidak jadi Piala Dunia, ya bisa dipakai Persebaya Surabaya. Saya minta teman-teman (Pemkot Surabaya) menyampaikan ke Kementerian PUPR. Semoga boleh karena kan sudah tidak dipakai (persiapan Piala Dunia),” ujar Eri. (way/kun)






