Jember (beritajatim.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki dampak ekonomi cukup besar di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Jember adalah kabupaten yang akan ditempati dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terbanyak, Bahkan hitungan kami kalau dapur-dapur ini aktif, kurang lebih Rp 4 triliun dalam setahun uang akan berputar di Kabupaten Jember,” kata Bupati Muhammad Fawait, Sabtu (31/1/2026).
Bupati Fawait menyebut hal ini anugerah bagi Jember, jika bisa dioptimalkan dengan penggunaan produk-produk lokal untuk SPPG.
“Tentu program ini sangat berarti. bagi Pemerintah Kabupaten Jember, baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, termasuk penurunan stunting, angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB),” katanya.
Pengawasan terhadap MBG akan dilakukan Satuan Tugas Pengentasan Kemiskinan yang dipimpin Kepala Dinas Sosial dan Pejabat Sekretais Daerah Akhmad Helmi Luqman. Sargas ini akan diperluas tak hanya di tingkat kabupaten, tapi juga kecamatan, desa, dan kelurahan.
Satgas di tingkat kecamatan akan dikomando camat yang dibantu kepala puskesmas dan koordinator kecamatan MBG. “Kita juga akan kolaborasi dengan TNI Polri,” kata Fawait. Dia menginginkan satgas ini selalu memutahirkan data perkembangan kinerja tiap minggu.
“Saking seriusnya kami untuk mengentaskan kemiskinan ini, kami juga membentuk koordinator wilayah-koordinator wilayah yang dikomandoi para asisten. Nanti akan kita bagi berdasarkan beberapa kecamatan,” kata Fawait.
Salah satu tugas korwil adalah memastikan kesesuaian data kemiskinan dengan fakta di lapangan. “Sehingga data dari satgas ini juga akan kita pakai untuk penyempurnaan data penerima bantuan, baik dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah Kabupaten Jember, dan juga akan menampung berbagai masalah,” kata Fawait. [wir]






