Jember (beritajatim.com) – Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, memperoleh akreditasi A dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Dalam Sertifikat Akreditasi Nomor: PPM.02/3453/2024 itu dinyatakan, bahwa Perpustakaan Unej memenuhi Standar Nasional Perpustakaan dengan sangat baik. Sertifikat ini berlaku selama lima tahun sejak ditetapkan pada 30 September 2024.
“Akreditasi A ini adalah hasil dari kerja keras seluruh tim perpustakaan, dukungan dari pimpinan universitas, serta partisipasi aktif para pengguna layanan perpustakaan,” kata Kepala UPA Perpustakaan Unej Khusnun Nadhifah, sebagaimana dilansir Humas Unej, Jumat (4/4/2025).
Sebelum memperoleh akreditasi, Perpustakaan Unej membentuk panitia akreditasi, mengumpulkan dokumen, self-assessment menggunakan aplikasi FPPTI (Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia), dan mengajukan akreditasi melalui Sistem Penilaian Akreditasi Perpustakaan Indonesia (Sipapi).
Perpustakaan Unej juga menggelar workshop dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk memperkuat persiapan tim. Terakhir, tim asesor dari Perpusnas datang langsung ke Jember yang menilai kelengkapan dokumen dan kondisi langsung Perpustakaan Unej.
Ada sejumlah tantangan yang harus diatasi Perpustakaan Unej, antara lain keterbatasan jumlah pustakawan profesional, kebutuhan koleksi yang lebih mutakhir, hingga peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan agar lebih modern dan nyaman. Faktor anggaran juga menjadi salah satu kendala memenuhi standar akreditasi yang telah ditetapkan oleh Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
Khusnun mengatakan, akreditasi A ini merupakan awal dari pengembangan Perpustakaan Unej. Akreditasi ini juga meningkatkan reputasi dan kepercayaan terhadap Perpustakaan Unej.
Pengembangan koleksi digital, layanan perpustakaan berbasis kecerdasan buatan (AI), serta pemanfaatan sistem informasi yang lebih canggih menjadi fokus utama dalam pengembangan ke depan.
Mahasiswa diharapkan turut serta dalam berbagai kegiatan literasi, pelatihan keterampilan digital, serta diskusi ilmiah yang diadakan oleh perpustakaan. Sementara itu, para dosen dan peneliti juga didorong untuk menjadikan perpustakaan sebagai mitra dalam penelitian dan pengembangan akademik.
“Jadikan perpustakaan sebagai rumah kedua, tempat mencari ilmu, berdiskusi, dan mengembangkan diri. Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi juga pusat lahirnya ide-ide baru dan berkembangnya potensi diri,” kata Khusnun. [wir]






