Bojonegoro (beritajatim.com) – Permukaan Bengawan Solo di Bojonegoro naik. Perusahaan Umum Jasa Tirta Divisi Jasa Asa III Bengawan Solo merilis tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo dan menyatakan dalam posisi siaga merah.
Kenaikan TMA cukup cepat. Pada pukul 10.00 WIB, tinggi muka air di Bojonegoro memasuki siaga merah di angka 14.04 peilschaal. Sedangkan di papan duga wilayah Karangnongko 28.80 peilschaal.
Pada pukul 12.00 WIB mengalami peningkatan setinggi 6 cm menjadi 14.10 peilschaal di papan duga wilayah Taman Bengawan Solo (TBS). Sementara di papan duga Karangnongko setinggi 28.81 peilschaal.
Baca Juga: Petani Hutan Tak Dapat Pupuk Subsidi, Begini Strategi Pemkab Bojonegoro
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Ardhian Orianto mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan stakeholder terkait mengenai kenaikan muka air Bengawan Solo ini.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat di sekitar sungai terpanjang di Pulau Jawa itu, untuk selalu memantau ketinggian muka air baik dari medsos maupun dari papan duga.
Baca Juga: DKPP Bojonegoro Usulkan Tempel Nama Penerima Pupuk Subsidi di Kios
Kemudian, mengamankan anggota keluarga dan meningkatkan pengawasan terhadap anak dan keluarga.
“Bagi warga di bantaran sungai, bisa menyiapkan dan pengamanan harta benda dalam tas siaga,” terangnya.
Sementara petugas BPBD juga telah meyiapkan jalur evakuasi, menentukan tempat evakuasi dan mendirikan posko serta tenda pengungsi. [lus/beq]






