Sumenep (beritajatim.com) – Harga sejumlah komoditas di pasar tradisional Sumenep mulai merangkak naik. Salah satunya telur ayam ras. Pekan ini harganya naik menjadi Rp 29.000 per kg. Sedangkan pekan lalu Rp 27.000 per kg.
“Naiknya harga telur ayam ras ini dipicu meningkatnya permintaan konsumen. Sementara stok tidak ada tambahan,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Noer Lisal Anbiyah, Selasa (29/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”telur-ayam”]
Ia memaparkan, selain telur ayam ras, komoditas yang juga mengalami kenaikan harga adalah cabai merah besar. Pekan ini harganya naik Rp 2.000 per kg menjadi Rp 22.000. Sebaliknya untuk cabai rawit justru mengalami penurunan harga. Pekan ini harganya turun Rp 2.000 per kg menjadi Rp 28.000. Padahal pekan lalu masih bertahan Rp 30.000 per kg. “Pekan ini yang juga mengalami kenaikan harga adalah bawang merah, menjadi Rp 30.000 per kg. Pekan lalu masih Rp 28.000. Namun berbeda dengan bawang putih, harganya stabil Rp 18.000 per kg,” terangnya.
Sementara untuk komoditas daging harganya stabil. Daging sapi tetap Rp 120.000 per kg, daging ayam broiler Rp 37.000 per kg, dan daging ayam kampung Rp 90.000 per kg. “Untuk harga gula pasir juga tidak mengalami perubahan, tetap Rp 14.000 per kg. Minyak goreng curah Rp 16.000 per kg, dan minyak goreng kemasan Rp 20.000 per liter,” ujarnya.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di pasar tradisional. Pemantauan harga dilakukan di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. (tem/kun)






