Banyuwangi (beritajatim.com) – Warga Banyuwangi mengonsumsi daging sapi hingga 7-8 ton sehari jelang Lebaran 2023 sehingga meningkatkan permintaan. Dampaknya, harga daging sapi di Banyuwangi meroket jadi Rp140 ribu per kilogram.
Kenaikan permintaan ini mencapai hampir dua kali lipat dari kondisi normal sebesar 4 ton sehari. Kenaikan harga daging sapi terpantau terjadi di sejumlah pasar, salah satu Pasar Blambangan.
Harga daging sapi di tempat ini terpantau menyentuh angka Rp140 ribu per kilogram. Harga itu lebih mahal dibanding kondisi normal yang biasa di kisaran Rp120 ribu per kilogram.
Pedagang daging sapi mengaku harus menambah stok mereka setiap hari untuk memenuhi permintaan masyarakat.
“Biasanya menjual satu ekor sapi, sekarang karena permintaan naik jadi tambah satu ekor sapi,” ungkap Agus Santoso salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Blambangan, Rabu (19/4/2023).
Baca Juga:
Kantor Dispendukcapil Banyuwangi Tetap Buka saat Lebaran
Naiknya jumlah permintaan membuat berkah bagi sejumlah pedagang daging sapi. Karena stok yang disediakan setiap hari selalu habis terjual.
“Stok daging yang dijual selalu habis setiap hari,” ungkapnya.
Meski demikian, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian dari Dinas Pertanian Banyuwangi. Dengan tingginya permintaan, kondisi daging yang dijual juga harus dalam keadaan aman dikonsumsi.
Dinas Pertanian turun langsung mengecek satu per satu keberadaan stok daging sapi di Pasar Blambangan. Termasuk di semua Pasar di Banyuwangi.
Selain itu, menerjunkan tim untuk mengecek kondisi dan kualitas daging (sapi dan ayam) ke seluruh pasar tradisional secara serentak. Pengecekan juga dilakukan pada pedagang keliling (mlijoan).
Baca Juga:
Arus Mudik Pulau Bali-Banyuwangi Padat, 2 Jam untuk Menyeberang
“Dalam inspeksi mendadak itu, kondisi kesegaran produk asal hewan dipastikan, baik daging sapi maupun ayam. Tidak ditemukan adanya daging yang mencurigakan dipasar-pasar maupun mlijoan,” kata Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan, drh. Nanang Sugiharto.
Pengecekan secara masif ini juga dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya pedagang nakal.
“Kita pastikan daging yang beredar ke masyarakat ini aman, sehat, utuh, dan halal (asuh). Kita antisipasi agar tidak ada daging yang dicampur, misal daging sapi dengan daging babi,” terang Nanang.
Nanang juga mengaku permintaan pasar akan daging sapi turut meningkat. Salah satu buktinya, rumah potong hewan (RPH) kelola kini melayani pemotongan sapi hingga 80 ekor per hari.
“Naik lebih 2 kali lipat. Hari biasa hanya 36 ekor,” katanya.
Meski permintaan tinggi, Nanang memastikan stok daging sapi untuk pasar Banyuwangi masih tercukupi. Beberapa pedagang mendatangkan langsung sapi dari Bali untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Sudah sepekan terakhir ini permintaan tinggi. Tidak perlu khawatir, stok cukup,” tutupnya. [rin/beq]






