Surabaya (beritajatim.com) – Kesehatan mental menjadi isu yang kompleks. Ada beberapa hal yang merupakan faktor risiko kesehatan mental, misalnya lingkungan dan gaya hidup. Pada faktor lingkungan, peristiwa traumatis seperti kehilangan, kekerasan, atau pelecehan; berada dalam lingkungan komunitas yang tidak aman; serta tekanan
sosial ekonomi adalah hal yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental.
Di samping itu, dari sisi gaya hidup, asupan nutrisi yang tidak seimbang, kurang olahraga, dan pola tidur tidak teratur juga jadi faktor risiko kesehatan mental.
Hal yang sering dilakukan pertama kali dari seorang yang merasa kurang sehat mental adalah upaya diagnosis diri sendiri. Upaya berdasarkan informasi yang didapat secara mandiri ini dengan self-diagnosis. Namun, tidak sedikit ahli membeberkan jika kebiasaan mendiagnosis diri sendiri, khususnya yang terkait dengan kesehatan mental merupakan hal berbahaya.
Kalau Anda percaya Anda memiliki gangguan kesehatan mental, maka Anda akan mengambil langkah mengatasi dengan mengonsumsi obat-obatan tidak tepat. Jika Anda salah menggunakan obat-obatan itu, maka tidak menutup
kemungkinan kesehatan diri Anda yang semula baik-baik saja kini mulai ikut terganggu. Self diagnose paling sederhana dan tidak terlalu berbahaya dengan memahami gejala.
Berikut ini beberapa gejala awal gangguan kesehatan mental yang perlu diwaspadai.
Hilang ketertarikan terhadap sesuatu yang sebelumnya disuka
Jika sebelumnya Anda suka bermain game, lalu merasa bosan tanpa sebab yang jelas. Itu tanda Anda sedang alami tekanan mental hebat, yang bisa berujung pada rusaknya kesehatan mental
Mengasingkan diri dari orang lain
Ketika hilang rasa tertarik pada hobi, atau lingkungan sekitar, seseorang yang punya akan gangguan mental akan menarik diri. Mereka memilih mengasingkan diri dari orang sekitar.
Menjadi reaktif atau temperamental
Jika sebelumnya Anda merupakan orang yang penyabar, kemudian sering merasa cepat naik pitam. Hal itu bisa dianggap sebagai gejala gangguan mental.
Terlalu banyak atau kesulitan tidur
Karena merasa kondisi sekitar sudah sangat membosankan mereka cenderung memilih banyak tidur. Atau sebaliknya, kesulitan tidur karena terlalu banyak hal yang dipikirkan.
Selain itu, seseorang yang terkena gangguan mental akan menjadi sulit berkonsentrasi serta perubahan nafsu selera makan. Jika sudah pada taraf ini, sebaiknya pergi ke konsultan atau praktisi kejiwaan. [dan/esd]






