Jember (beritajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 9 menutup perlintasan sebidang di JPL 155c KM 198+7/8 antara Stasiun Jember – Arjasa, di Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (13/8/2022).
Penutupan ini dilakukan menyusul terjadinya kecelakaan yang terjadi dan menewaskan ibu dan anak pada dua hari sebelumnya. Vice President Daop 9 Broer Rizal mengatakan, setelah kejadian tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Komando Rayon Militer TNI Patrang, Kepolisian Sektor Patrang, Kelurahan Patrang, pengurus RT/RW, dan tokoh masyarakat setempat.
“Kami sepakat untuk menutup perlintasan yang sebenarnya posisinya sudah terjaga, namun tidak maksimal. Terkait rencana pembukaan kembali kami serahkan kepada Dinas Perhubungan Jember,” kata Broer.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kecelakaan-ka”]
Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan Dishub Jember Hari Sunarso mengatakan, lintasan tersebut bisa dibuka kembali jika persyaratan minimalnya terpenuhi. “Salah satunya pendidikan dan latihan untuk sertifikasi penjaga perlintasan kereta api,” katanya.
Hari mengatakan, penjaga perlintasan harus berusia produktif. “Nanti kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan PPI Madiun sekaligus lembaga yang didelegasikan memberikan pelatihan terhadap penjaga pos perlintasan. Tahun ini kami ada anggaran untuk diklat,” katanya.
Pendidikan dan pelatihan ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Jember untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan di perlintasan sebidang. “Perlintasan sebidang merupakan salah satu program prioritas Kementerian Dalam Negeri. Perlakuannya sama dengan area khusus seperti bandara, perlakuannya khusus, persyaratannya juga khusus. Jadi selain ada sarana pendukung, juga ada sertifikasi kecakapan penjaga perlintasan,” kata Hari.
Selama tiga hari terakhir, terjadi dua kecelakaan maut yang melibatkan kereta api di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Lima orang meninggal dunia, tiga orang di antaranya anak-anak berusia sekolah dasar.
Kecelakaan pertama terjadi pada Kamis (11/8/2022) malam di perlintasan Jalan Mangga, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang. Korbannya adalah seorang perempuan berusia 48 tahun bernama Entin Suhartini dan anaknya berusia delapan tahun bernama Saidah Herawati.
Kecelakaan kedua terjadi pada Sabtu (13/8/2022) siang, di Desa Sumberlesung Kecamatan Ledokombo. Tiga orang laki-laki yang meninggal dunia adalah dua orang warga setempat, yakni Isbat Fathoni (20) dan Ayyil Muttaqin (10), serta warga Dusun Krajan, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat bernama Izzal Anggi (9). [wir/kun]






