Bojonegoro (beritajatim.com) – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah membuka Perkemahan Wirakarya Jawa Timur 2025 yang digelar di Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (5/7/2025).
Perkemahan tersebut menjadi bagian dari program “Pramuka Jawa Timur Membangun Negeri” yang fokus pada aksi nyata untuk membantu masyarakat melalui pemugaran rumah tidak layak huni.
Acara pembukaan berlangsung di depan rumah Bapak Fatchul Huda, salah satu penerima manfaat program tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pihak, seperti perwakilan Brigade Penolong Bojonegoro, Camat Kapas selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Kepala Desa Wedi, serta pengurus Kwartir Ranting (Kwaran) Kapas.
Dalam sambutannya, Nurul Azizah yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Bojonegoro menyampaikan bahwa Perkemahan Wirakarya merupakan wadah penting bagi pengembangan karakter generasi muda, khususnya para peserta pramuka.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya melatih kepemimpinan dan kerja sama, tetapi juga membentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Perkemahan tahun ini, lanjut Nurul, sekaligus menjadi sarana untuk mengamalkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka, terutama pada aspek menolong sesama dan membangun masyarakat.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Kwartir Daerah Jawa Timur yang telah memberikan kepercayaan kepada Bojonegoro untuk melaksanakan kegiatan sosial ini,” ujarnya.
Menurutnya, pemugaran rumah warga ini tidak sekadar agenda kemanusiaan, tetapi juga mendukung target pembangunan daerah, seperti pengurangan angka kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan penguatan ekonomi masyarakat.
Dari 143 titik lokasi Perkemahan Wirakarya yang tersebar di Jawa Timur, Kabupaten Bojonegoro mendapatkan empat titik lokasi pembangunan rumah. Survei kelayakan rumah dilakukan secara kolaboratif oleh tim Kwarcab Jawa Timur dan Kwarcab Bojonegoro bersama konsultan, perangkat desa, serta RT dan RW setempat.
“Program ini akan berlangsung selama 10 hari, dan bertujuan untuk memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan,” terangnya.
Empat penerima bantuan tersebut adalah Ibu Raswati di Desa Gondang, Kecamatan Gondang; Ibu Mutmainah di Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander; Bapak Tafsir di Desa Sendangagung, Kecamatan Sumberrejo; serta Bapak Fatchul Huda di Desa Wedi, Kecamatan Kapas, yang juga menjadi lokasi pembukaan kegiatan. [lus/ted]






