Probolinggo (beritajatim.com) – Event lari ekstrem BTS100 Ultra kembali digelar di jalur gunung yang menantang, menarik antusias pelari sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2013. Kali ini, BTS100 Ultra menampilkan rute baru yang tak kalah menantang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Race Coordinator BTS100 Ultra, Hendricus Mutter, mengungkapkan bahwa sejumlah jalur menuju Ranu ditutup, sehingga panitia harus mengalihkan rute tanpa mengurangi intensitas medan ekstrem yang terkenal dari ajang ini.
“Meskipun jalurnya berubah, ekstremnya masih tetap sama. Siang hari, peserta dihadapkan pada panas dan debu, sementara malam hari udara menjadi sangat dingin. Ditambah lagi, peserta berlari di ketinggian lebih dari 2000 meter yang menyebabkan kurangnya oksigen,” ujarnya kepada beritajatim.com, Jumat (1/11/2024).

Ajang BTS100 Ultra 2024 ini menawarkan empat kategori jarak: kategori lari trail dengan jarak 30 dan 70 kilometer, serta kategori ultra yang terdiri dari 102 dan 170 kilometer. Kategori ultra sejauh 170 kilometer dikenal sebagai rute paling ekstrem yang hanya bisa diselesaikan oleh segelintir pelari tangguh.
Sejauh ini, hanya kurang dari 10 peserta yang berhasil mencapai garis finish untuk kategori ini. Hendricus menekankan pentingnya persiapan fisik dan perlengkapan yang memadai untuk menghadapi tantangan di setiap rute BTS100 Ultra.
Dalam ajang kali ini, produk dari Eiger hadir sebagai sponsor utama, mendukung para peserta dengan perlengkapan lari khusus medan ekstrem.
“Mulai dari topi, baju, jaket, sepatu, hingga kaos kaki, semua produk Eiger sangat mendukung di jalur BTS100. Kami berharap Eiger dapat kembali berpartisipasi tahun depan dengan pengembangan produk yang lebih inovatif,” tambah Hendricus.
Diego Yanuar, salah satu peserta dari Jakarta yang kini bekerja di Belanda, selalu menyempatkan diri mengikuti BTS100 setiap tahunnya. “Saya sudah mengikuti kegiatan BTS ini selama 10 tahun. Meski pernah tiga kali mencoba jarak 170 kilometer, saya belum pernah finish, tapi semoga kali ini bisa sampai finish,” ungkap Diego.

Diego juga menambahkan bahwa BTS100 Ultra adalah salah satu olahraga ekstrem yang memerlukan persiapan matang, baik fisik maupun mental. “Selain fisik, persiapan bekal seperti makanan ringan dan alat bertahan hidup di hutan juga sangat penting dalam ajang runtrail ini,” katanya.
Dengan tantangan alam yang terus berubah, BTS100 Ultra menjadi simbol semangat para pelari ekstrem di Indonesia yang tak hanya menaklukkan rute, tetapi juga melawan keterbatasan diri. [ada/beq]






