Peristiwa

Warga Geruduk Camat Duduksampeyan Gresik, Ini Penyebabnya

Gresik (beritajatim.com)– Diduga penyaluran jaring pengaman sosial (JPS) tak merata. Sejumlah warga Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, menggeruduk kantor kecamatan.

Dari data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gresik, memang Desa Gredek menjadi satu dari empat desa yang belum dapat persetujuan camat. Pantauan di lapangan. Para warga yang mayoritas pemuda itu berorasi menuntut pencairan JPS itu.

Korlap aksi Andrian Prasetyo mempertanyakan alasan kenapa dana JPS tidak cair. Padahal, dana itu sesuai perutunkan warga miskin tedampak Covid-19.

“Ada 153 warga miskin asal Desa Gredek yang belum tercover bantuan JPS,” ujarnya, Kamis (20/05/2020).

Ia menambahkan, di Desa Gredek sudah ada 48 keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima BLT. Namun, 25 hingga 30 persen sasarannya tidak jelas. Kondisi ini berbeda dengan desa lainnya yang bisa mencairkan JPS.

Menanggapi hal ini, secara terpisah Kepala Bappeda Gresik Hermanto. T Sianturi mengatakan, pencairan JPS itu atas persetujuan dari camat. Sebab, camat yang memiliki kewenangan evaluasi penyaluran BLT DD.

“Kalau dalam waktu dekat sudah disetujui, pencairan bisa dilakukan setelah lebaran,” tandasnya. (dny/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar