Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Unik, Tandan Pisang di Surabaya Ini Memanjang Hingga 2,5 Meter

Sa'diyah saat menunjukkan tandan pohon pisang miliknya yang terus memanjang.

Surabaya (beritajatim.com) – Sebatang pohon pisang di pelataran rumah Sa’diyah nenek berusia 76 tahun lampau ini tumbuh unik. Tandan buah pisang yang berbuah biasanya tumbuh memanjang hingga 60-100 cm, namun berbeda dengan milik warga Ketintang Baru ini yang terus memanjang hingga 2,5 meter.

“Dua meter lebih ini, pernah saya ukur kemarin mendekati 2,5 meter. Setahun yang lalu awalnya kecil, tapi 3-4 bulan belakangan ini terus tumbuh. Padahal buah pisangnya sudah habis,” kata Sa’diyah saat ditemui di rumahnya, Jumat (26/11/2021).

Sa’diyah pun dibuat takjub. Padahal nenek yang memiliki 4 orang cucu ini sempat diminta memotong jantung/ ontong dari buah pohon pisang tersebut untuk dimasak. Namun dia enggan memotong sampai akhirnya terus tumbuh.

“Dulu setelah berbuah pisang, ontongnya mau diambil tetangga untuk dimasak tapi sama saya jangan dulu, nanti saja. Nggak tahunya terus tumbuh memanjang. Di tandannya ini juga muncul buah pisang kecil-kecil,” ungkapnya sembari memegang tandan pohon pisang.

Sa’diyah merupakan sosok orang lawas di kampungnya. Dia menempati kawasan Ketintang Baru Gang XVI sejak tahun 70’an. Dia lebih akrab disapa Bu Joko oleh warga sekitar. Kini Sa’diyah tinggal bersama anak perempuannya dan dua orang cucu laki-laki yang beranjak SMA.

Dia bercerita, pohon pisang di halaman tengah rumahnya itu ditanam oleh almarhum suaminya, Pak Joko. Dahulu, tidak ada pohon pisang. Kemudian kian tumbuh puluhan dan sebagian sudah dipotong olehnya.

“Saya sayang sama pohon pisang ini. Dulu masih ingat sama suami nanamnya. Supaya rumah lebih teduh dan sejuk. Daunnya juga dapat dimanfaatkan, kadang ada tetangga yang minta saya kasih,” kenang nenek kelahiran Agustus 1945 ini.

Rencananya, Sa’diyah membiarkan pohon pisang tersebut untuk terus di sana. Belum mau dipotong kendati pohonnya sudah nampak miring. “Sempat lahan ini mau saya buat dua buah kamar untuk kos-kosan, tapi urung. Sekarang biarkan saja dulu menghiasi rumah saya,” tutupnya. [asg/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar