Surabaya (beritajatim.com) – Pekerjaan renovasi rumah pasti menimbulkan suara keras. Pukulan palu ke dinding, suara gergaji kayu atau ubin, dan lain sebagainya bisa membuat tetangga terganggu.
Apalagi jika tempat tinggal berada di kawasan sempit seperti rumah susun atau apartemen. Suara yang timbul akibat aktivitas renovasi tentu sangat menganggu.
Sayangnya, banyak orang yang berpikir suara yang muncul adalah kewajaran. Sehingga menganggap orang lain pasti bisa menerima kondisi.
Tetapi pasangan asal Singapura ini menunjukkan protret yang sangat berbeda. Sadar renovasi rumah mereka bisa menganggu tetangga, mereka pun menyampaikan maaf melalui ‘bingkisan istimewa’.
Dikutip dari World of Buzz, pasangan muda ini mengunggah momen saat membagikan hadiah kecil mereka ke tetangga di media sosial. Langkah ini mereka lakukan sebelum renovasi dimulai agar para tetangga bisa memahami situasi yang terjadi.
Pemerintah Singapura sendiri telah mengeluarkan imbauan agar aktivitas renovasi rumah dilakukan mulai pukul 9.00 pagi hingga 6.00 malam. Juga mulai Senin hingga Sabtu kecuali hari libur umum.
@spongliee We’re sorry 🥺🥲 #marriedlife #renovation #sgtiktok #sgrenovation #resalehdb ♬ She Share Story (for Vlog) – 山口夕依
Di dalam video tersebut pasangan muda itu membeli beberapa kue kering dan teh. Makanan ringan itu dikemas menarik dan dibubuhi satu catatan kecil yang bertuliskan, “Kami baru saja pindah ke (nomor unit). Karena kami akan mengadakan renovasi selama 2 bulan ke depan, ini ada beberapa kue dan teh untuk waktu minum teh Anda. Mohon terima ini sebagai bentuk permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.”
Bingkisan kecil itu pun dibagikan kepada para tetangganya. Banyak yang terkesan dengan cara pasangan ini.
“Ini benar-benar hanya isyarat untuk memulai dengan nada yang benar, maksud saya tidak mungkin kita bisa menebus kebisingan atau ketidaknyamanan yang ditimbulkan, tetapi mungkin tindakan kecil dapat membantu menambahkan beberapa getaran yang baik,” ujar salah satu dari pasangan tersebut.
Pasangan itu merasa perlu melakukannya karena mereka memulai renovasi lebih awal daripada regulasi Pemerintah. Lewat catatan di bingkisan itu pula, mereka dengan senang hati meminta warga memberitahu jika punya jam-jam tertentu untuk tidak diganggu.
“Setiap orang ingin santai dan tenang di rumah terutama pada jam 7 pagi. (terkait note) Tapi jika saya tidak diberi informasi saya tidak akan bisa menyiapkan dan itu akan membuat sangat frustasi,” tukas pasangan yang tidak ingin disebutkan namanya itu.
Bukankah menyenangkan memiliki tetangga seperti mereka? (adg/beq)






