Lamongan (beritajatim.com) – Mungkin istilah tua-tua keladi pantas disematkan pada seorang kakek di Lamongan ini. Pasalnya, seiring dengan bertambahnya umur, kakek ini justru masih doyan mabuk.
Tak tanggung-tanggung, meski dalam kondisi mabuk, ia nekat berkendara di Jalanan. Kakek ini bernama Suhadak (70), asal Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan.
Tak hanya itu, kakek yang mengaku mempunyai 13 cucu tersebut masih meminum dan menenteng botol miras saat masih berkendara. Akibat aksi nekatnya, ia bahkan sempoyongan hingga menabrak gerobak pedagang kaki lima (PKL) saat berkendara.
Insiden kakek yang menabrak gerobak ini terjadi di Desa Sugihwaras, Kecamatan Deket, Lamongan, sekitar 18.30 WIB. Sontak, warga yang melihat kejadian ini pun langsung mengamankan Suhadak, bukan karena telah menabrak, namun lebih kepada prihatin serta kasihan melihatnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”miras”]
Tanpa canggung, Suhadak mengakui jika dirinya masih dalam kondisi mabuk dan hendak pulang seusai bekerja di Pasar Ikan Lamongan. Ia juga berencana mau membuang botol tersebut di tengah perjalanan pulang. “Dari pasar ikan, mau pulang. Mabuk toak dicampur arak sedikit. Mau habis, ini sebenarnya botolnya mau saya buang,” ujar Suhadak, Sabtu (16/7/2022).
Sementara itu, Sofyan, pedagang kaki lima yang ditabrak Suhadak mengaku terkejut saat tiba-tiba ada motor yang menabrak dirinya. Kala itu, Sofyan mengungkapkan, ia sedang dalam posisi mendorong gerobak dagangannya. “Saya sendiri tadi kaget, tiba-tiba ditabrak seorang kakek dari arah timur menuju utara, untungnya cuma nabrak gerobak,” ungkapnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Hasan, seorang saksi mata yang melihat langsung insiden tersebut. Ia menyebut, kakek Suhadak tersungkur dan mengalami luka di bagian wajahnya saat menabrak gerobak.
Sedangkan, kondisi motor Honda Vario bernopol S 4627 JAE yang dikendarai oleh Suhadak mengalami ringsek di bagian samping depan. Hasan memastikan, kakek Suhadak masih dalam pengaruh miras. “Jelas ini mabuk, untung saja hanya luka ringan di bagian pipi,” terangnya.
Lebih lanjut, menurut pengakuan sejumlah warga di lokasi, kakek Suhadak memohon agar tidak dipanggilkan pihak kepolisian. Sehingga warga pun berinisiatif untuk menghubungi pihak keluarganya.[riq/kun]






