Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Tragedi Kenpark Surabaya, Total 7 Orang Diperiksa Polisi

Wahana Kenpark yang ambrol.

Surabaya (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak kembali memanggil dua saksi untuk diperiksa terkait tragedi perosotan Kenpark yang menimbulkan 17 korban jatuh dari ketinggian 10 meter hingga luka-luka pada Sabtu (07/05/2022) lalu. Artinya, Polisi telah memeriksa total 7 orang untuk menyelidiki peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Arief Rizki Wicaksana membenarkan pemanggilan dua saksi baru tersebut. Hal itu ia lakukan untuk kelancaran penyelidikan yang sedang ditangani.

“Hari ini ada tambahan pemeriksaan, tambahan dua saksi yaitu dari pihak manajemen,” ujar Arief saat diwawancarai lewat panggilan telepon, Kamis (12/05/2022) malam.

Arief menyebutkan, 5 orang yang diperiksa sebelumnya berasal dari pihak manajemen dan korban. Khusus manajemen, ia sedang memeriksa terkait perawatan wahana perosotan tersebut.

“5 saksi itu, tiga dari korban, dua dari manajemen Hasil pemeriksaan sementara, kita masih menanyakan kepada pihak2 yang berkaitan dengan perawatan waterpark itu sendiri Itu ke pengelola,” imbuh Arief.

Sementara itu, terkait korban, ia lebih memfokuskan kepada kronologis kejadian. Namun, hingga saat ini pihaknya masih terus berusaha untuk melakukan pendalaman.

“Kalau korban kita menanyakan terkait kronologis, sebagai korban apa sih yang mereka tahu kronologis kejadian itu,” pungkasnya.

Seperti diberitakan beritajatim, sehari setelah tragedi ambrolnya seluncuran di kolam renang Kenjeran Park Surabaya, polisi memanggil 5 saksi untuk mengetahui penyebab peristiwa yang memakan 17 korban tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Anton Elfrino. Kepada beritajatim, Anton menjelaskan bahwa yang dipanggil terdiri dari korban, pegawai, hingga manajemen dari wahana perosotan di Kenjeran Park.

“Untuk kepentingan penyelidikan sementara ditutup dahulu wahananya, kami sudah periksa 5 orang pasca kejadian,” ujar Anton, Minggu (08/05/2022).

Selain memanggil 5 saksi, Anton juga mengamankan potongan seluncuran yang patah untuk diperiksa dan dijadikan barang bukti. [ang/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar