Sidoarjo (beritajatim.com) – Koordinasi Tim BHS Peduli bersama Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) membuahkan hasil. Kegiatan ini dalam upaya merespon keluhan warga terkait kondisi sungai sekunder penuh dengan sampah dan enceng gondok.
Bambang Haryo Soekartono (BHS) bersama tim mendapat apresiasi dari masyarakat dalam menanggapi problem lingkungan. Khususnya problem lingkungan sungai di Desa Krembangan, Taman.
Tokoh masyarakat Desa Krembangan Pratama Yudhiarto mengatakan, sebelumnya memang banyak keluhan dan laporan warga terkait sampah dan enceng gondok yang menumpuk di sungai. Dikhawatirkan airnya meluap bisa banjir dan sarang penyakit.
“Alhamdulillah, pasca dikunjungi Tim BHS Peduli, sungai langsung dibersihkan dan dinormalisasi bersama BBWS,” kata Pratama.
Diakui Pratama, pada tahun 2017 silam rumah warga yang berdekatan dengan sungai sempat terendam banjir, lantaran kondisi rumah lebih rendah daripada bibir sungai. Hal itu menjadi pemicu warga mengeluhkan menumpuknya enceng gondok dan sampah.
BACA JUGA:
BHS Sesalkan Kajian dan Analisa Tak Akurat Terkait Polusi Udara di Jakarta
“Syukur sekarang kondisi tumpukan sampah di atas permukaan air sungai sudah dibersihkan,” imbuhnya.
Senada diungkapkan Ferry Ardianto. Dirinya mengagumi politisi yang peduli terhadap lingkungan. Apalagi sungai yang berdekatan dengan pemukiman warga.

“Kami sebagai warga sangat berterimakasih atas perhatian Tim BHS Peduli bersama BBWS,” tuturnya.
Di lokasi, Bambang Haryo Soekartono mengatakan aksinya kali ini merupakan respon atas keluhan warga Desa Krembangan. Warga mengeluh bahwa sungai sekunder di wilayah mereka dipenuhi enceng gondok dan terjadi pendangkalan.
“Tentu hal itu manjadi penghambat aliran air dan sampah akan tersangkut dan ditakutkan menimbulkan penyakit. Nah dari keluhan itu saya langsung meninjau dan menghubungi balai besar wilayah sungai brantas (BBWS) untuk melakukan normalisasi dan pembersihan. Dan alhamdulillah langsung direspon dan tengah dikerjakan saat ini,” terangnya.
Menurutnya, sungai sekunder ini memiliki peranan penting bagi masyarakat, khususnya kehidupan biota air dan irigasi serta beberapa hal lain yang dapat dimanfaatkan melalui sungai yang bersih.
BACA JUGA:
BHS Baksos dengan Cek Kesehatan dan Pengobatan Gratis di Pasar Krian
Tak hanya itu, Bambang Haryo juga meminta pemerintah desa memasifkan sosialisasi dampak dan bahaya membuang sampah di sungai selain itu peran dan kesadaran masyarakat dalam hal itu menjadi yang utama untuk menjaga lingkungan nya sendiri agar tetap bersih.
“Ya memang harus memasifkan sosialisasi dampak dan bahaya membuang sampah di sungai kan sudah ada perdanya. Selain itu warga juga harus sadar atas apa yang dilakukan, tak hanya itu normalisasi sungai juga sangat penting dilakukan untuk antisipasi banjir,” tegas DPR RI periode 2014-2019 itu. [isa/but]






