Peristiwa

Tidak Ada STNK dan BPKB? Polisi Masih Tahan Mobil Lamborghini Terbakar di Surabaya

Mobil mewah lamborghini yang dikirim ke Polrestabes Surabaya, Senin (9/12/2019) guna penyelidikan kepolisian.(istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Kepolisian Daerah Jawa Timur masih menyelidiki peristiwa terbakarnya mobil Lamborghini pada hari Minggu (08/12/2019). Selain memeriksa pemiliki kendaraan, polisi juga tengah mendalami kelengkapan dan kesesuaian surat dari mobil Lamborghini tersebut.

Hanya saja, meski mobil harga miliaran milik Lanny Khusuma Wardhani ini sudah singgah di Mapolrestabes Surabaya.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, Kompol Teddy menjelaskan, kasus penyelidikan legalitas kepemilikan mobil mewah ini ditangani Satreskrim. Hal tersebut dikarenakan pemilik tak bisa menunjukkan surat STNK dan BPKB hingga ahirnya kena tilang.

“Awalnya ditangani Satlantas karena kena tindakan tilang. Sang pemilik tak bisa menunjukkan STNK dan mobil pun disita. Usai disita, Satlantas bekerjasama dengan Satreskrim untuk menindaklanjuti kasus kepemilikan mobil mewah ini,” jelasnya kepada beritajatim.com  singkat, Rabu (11/12/2019).

Seperti historis penyitaan kendaraan yang dilakukan kepolisian selama ini, para pemilik kendaraan yang tak bisa menunjukkan surat kendaraan akan disita.

Lalu, mengapa pihak kepolisian akhirnya harus melakukan penyitaan terhadap kendaraan si pelanggar? Penjelasannya ada di Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2012, Tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan di Pasal 32 ayat 6.

Penyitaan atas Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud dilakukan jika:

a. Kendaraan Bermotor tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan yang sah pada waktu dilakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan.

b. Pengemudi tidak memiliki Surat Izin Mengemudi.

c. Terjadi pelanggaran atas persyaratan teknis dan persyaratan laik jalan kendaraan bermotor.

d. Kendaraan bermotor diduga berasal dari hasil tindak pidana, atau digunakan untuk melakukan tindak pidana.

e. Kendaraan bermotor terlibat kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan meninggalnya orang atau luka berat.

Sebelumnya Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan pihaknya terus menyelidiki kasus terbakarnya mobil mewah yang sempat terbakar ini.

Bahkan, setelah Polda Jatim melakukan penyelidikan terhadap legalitas dari Lamborghini itu, legalitas mobil ada hal yang dipertanyakan pihak lalu lintas.

“Terutama tentang legal standing dari mobil Lamborghini tersebut,” jelas Kombes. Pol. Frans Barung Mangera.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Jawa Timur ini juga menyampaikan, polisi akan melihat apakah sang pemiliki sudah melakukan balik nama atas kepemilikan mobil tersebut.

Sebab untuk kepemilikan mobil mewah yang Full Build Up (FBU) legal standing berupa STNK, BPKB, sangat rumit. Sebab harus melalui proses kepengurusan form A dari Bea dan Cukai. Selanjutnya pengurusan data laik jalan ke Kementerian Perhubungan dan baru bisa mengurus STNK serta BPKB ke Samsat.

Selain itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan peristiwa ini memang tak memakan korban jiwa, namun pihak kepolisian ikut turun tangan karena ada sesuatu yang perlu diselidiki.(man/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar