Blitar (beritajatim.com) – Taman Kehati yang berada di Kelurahan Tanjungsari resmi dibuka untuk umum oleh Wali Kota Blitar, Santoso pada Rabu (29/11/2023). Ruang terbuka hijau yang berkonsep pelestarian hayati tersebut menelan anggaran sebesar Rp4,8 miliar.
Meski menelan dana cukup besar, taman yang memiliki luas 10.900 meter persegi tersebut terbilang biasa saja. Bahkan Ketua DPRD Kota Blitar, Syahrul Alim menyebut Taman Kehati bakal sepi dari pengunjung jika tidak ada inovasi dari dinas terkait.
“Kalau gini saja kemungkinan pengunjungnya sedikit, artinya perlu inovasi,” kata Syahrul Alim, Rabu (30/11/2023).
Taman Kehati sendiri memiliki luas 10.900 meter persegi dengan keanekaragaman hayati di dalamnya. Total ada lebih dari 8.000 varietas tanaman langka dan hampir punah di Taman Kehati tersebut.
Biaya yang dikeluarkan untuk membangun Taman Kehati ini terbilang besar. Meski taman ini berdiri di atas lahan bengkok yang merupakan aset Pemkot Blitar tidak perlu ada biaya untuk pembebasan lahan.
BACA JUGA:
Pot Bunga di Taman Kehati Blitar Dirusak Orang Tak Dikenal
Namun nampaknya biaya sebesar Rp4,8 miliar tersebut masih belum dimaksimalkan untuk pembangunan Taman Kehati. Bahkan menurut Ketua DPRD Kota Blitar, ada beberapa bangunan Taman Kehati Kota Blitar, yang perlu dilakukan perbaikan.
“Kalau saya lihat bangunan melingkar ini kelihatannya bekas bocor, atap-atapnya ada bekas hujan,” tegasnya.
Sehingga, DPRD Kota Blitar meminta agar dinas terkait terus melakukan inovasi pada Taman Kehati. Inovasi ini menjadi hal wajib agar Taman Kehati menarik bagi masyarakat umum. Sehingga masyarakat mau berkunjung ke Taman Kehati.
“Menurut saya kalau cuma taman ini saja kurangnya perlu inovasi-inovasi lain ya,” kata Syahrul.
Sementara itu Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar mengaku pembangunan Taman Kehati ini sudah melalui berbagai perencanaan, termasuk penentuan jenis tumbuhan atau tanaman yang akan ditanam di lokasi. DLH Kota Blitar pun menyebut bahwa tanaman yang ada di Taman Kehati ini tergolong langka dan hampir punah.
BACA JUGA:
PKL Utara Makam Bung Karno Blitar Akan Direlokasi ke Taman Kehati
“Taman Kehati luas 10.900 meter persegi. Tanaman 8.000 jenis. Tanaman lokal yang terancam kepunahannya. Contoh kepel, juwet putih, murbei, durian, manggis, jambu. Ada dasar kajian, sebelum dilakukan pembangunan,” kata Jajuk Indihartati, Kepala DLH Kota Blitar.
DLH Kota Blitar pun memastikan bahwa sebelum proses pembangunan, Taman Kehati juga sudah melalui tahapan pengkajian oleh tim ahli. Meski begitu, inovasi juga akan terus dilakukan oleh DLH Kota Blitar agar Taman Kehati lebih menarik bagi masyarakat.
“Anggaran bertahap kalau total, tahap pertama 2,7 miliar terakhir 2,1 miliar,” terangnya. [owi/beq]






