Jember (beritajatim.com) – Sebuah pertandingan sepak bola antarkampung (tarkam) di lapangan Dusun Besuk, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (9/4/2023) sore berakhir dengan tawuran penonton.
Pertandingan yang digelar sekitar pukul 16.00, beberapa jam jelang berbuka, tersebut adalah final turnamen Piala Kades Wirowongso II yang mempertemukan tim desa setempat PS Gajayana melawan Patrang FC. Sebagaimana layaknya pertandingan tarkam, durasi waktu adalah dua kali 30 menit.
Pertandingan babak pertama berjalan lancar dan Gajayana unggul 3-0. “Menurut versi wasit, pertandingan enak ditonton,” kata Andi Slamet, Sekretaris Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) PSSI Jember, Senin (10/4/2023).
“Pada babak kedua, ada pelanggaran terhadap pemain Gajayana pada menit 44. Di situ ada saling dorong antarpemain, dan jadi pemicu terjadinya tawuran antara suporter dengan pemain Patrang FC,” kata Andi.
Begitu keributan terjadi, wasit Eet Tri memilih mengamankan diri segera. Sementara itu dalam video yang viral di media sosial, seorang pemain bahkan melarikan diri ke sawah, menghindari kejaran penonton. Seorang pemain lagi berlari ke tepi lapangan sembari melindungi diri dari serangan penonton.
Kepala Kepolisian Sektor Ajung Inspektur Satu Agus Idham Kholik mengatakan, mungkin salah satu pemain bertindak kasar. “Sehingga memancing emosi warga. Penonton pun turun (masuk ke lapangan, red),” katanya.
Askab PSSI Jember belum menerima laporan adanya pemukulan terhadap wasit maupun pemain. “Wasit langsung ke pinggir, tidak ada yang dikejar. Mungkin pada saat ada dorongan (terhadap pemain) itu ada bahasa tubuh yang bikin penonton terpancing. Kami tidak tahu. Yang penting semalam perangkat pertandingan aman dan rule of the game sudah sesuai, selesai,” kata Andi.
Andi menyayangkan kerusuhan tersebut. Askab PSSI Jember selama ini mempermudah terbitnya rekomendasi turnamen tarkam, karena ingin ikut mendorong pertumbuhan ekonomi dengan banyaknya pertandingan sepak bola yang mengundang massa.
Dengan adanya kericuhan tersebut, Askab PSSI Jember akan memperketat pemberian rekomendasi terhadap turnamen antarkampung, terutama jika mengikutsertakan tim tuan rumah. Keikutsertaan tim tuan rumah dinilai berpotensi memicu keributan, karena emosi penonton terlibat di dalamnya.
“Kami akan lebih jeli dalam mengeluarkan rekomendasi. Kami akan tanyakan apakah ada tim tuan rumah yang ikut. Kalau ada, lebih baik tidak usah. Kalau masih bersikukuh, kami tidak akan mengeluarkan rekom,” kata Andi. [wir]






