Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 139 jiwa dari 43 kepala keluarga di Desa Tumpuk Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo mengungsi. Pasalnya, rumah mereka mengalami rusak akibat terdampak tanah gerak yang terjadi di desa tersebut. Tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diingingkan, akhirnya ratusan warga itu mengungsi ke tempat lebih aman. Ada yang menempati gedung taman kanak-kanak (TK) di desa setempat, ada juga yang mengungsi di rumah saudara yang lokasinya aman.
“Retakan ini baru terjadi di tahun ini. Kejadiannya mulai dari tanggal 14 Februari lalu, semakin lama semakin bertambah. Terjadi huja deras dan retakan melebar,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ponorogo Surono, Senin (27/02/2023).
Retakan yang terjadi di Desa Tumpuk itu, tidak hanya di satu lokasi. Namun, dibanyak tempat dan lebar retakan tanah itu bervariasi. Ada yang lebar tanahnya mulai 10 centimeter hingga sampai 30 centimeter. Ada juga tanahnya yang ambles. Bahkan ada 2 rumah yang akhirnya dibongkar, karena ada yang ambles dan retak.
“Sebenarnya ya belum terlalu parah. Tetapi karena ada yang amblas gitu tanahnya, akhirnya bangunannya dibongkar,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Fokus yang dilakukan oleh BPBD Ponorogo saat ini, yakno mempersiapkan tempat pengungsian dan segala kebutuhannya. Surono juga mengatakan bahwa pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Ponorogo untuk mendirikan dapur umum. Dapur umum didirikan untuk mencukupi kebutuhan makanan pengungsi dan para relawan. Para pengungsi pun juga mendapatkan layanan kesehatan dari Dinkes Ponorogo.
“Yang mengungsi di rumah saudaranya, juga tetap kita suport makanan. Saya harap masyarakat selalu waspada. Bersabar dan menunggu kabar lebih lanjut terkait retakan rumahnya,” pungkasnya. [end/but]






