Blitar (beritajatim.com) – Seorang nenek bernama Saminem asal Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar akhirnya bisa bernafas lega. Setelah 5 bulan menunggu, akhirnya Nenek Saminem diberangkatkan umroh oleh Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso.
Sebelumnya, pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Februari lalu, Wabup Blitar Rahmat Santoso memberikan hadiah umroh untuk nenek Saminem. Namun, janji itu tidak langsung direalisasikan hingga 5 bulan lamanya.
Penantian panjang Nenek Saminem akhirnya terwujud. Menurut anak Saminem, Joko Susilo, ibunya akan diberangkatkan umroh pada 25 Agustus 2023 mendatang oleh Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso.
“Alhamdulillah setelah sekian lama akhirnya kemarin ada jawaban katanya insyaallah akan diberangkatkan pada tanggal 25 Agustus 2023 mendatang,” kata Joko Susilo saat ditemui di rumahnya di Desa Darungan, Kecamatan Kademangan.
Diketahui, dalam peringatan HPN di Kampung Coklat pada 19 Februari lalu , Rahmat berkata akan memberangkatkan umrah Ibu Saminem ditahun ini. Kendati tahun 2023 masih menyisakan 4 bulan, pihak Ibu Saminem dirundung kegelisahan.
BACA JUGA:
Wabup Blitar Mundur, Visi Politik Kini Tinggal Janji
Kegelisahan nenek Saminem itu bukan tanpa alasan. Pasalnya meski telah ada kejelasan waktu pemberangkatan umroh, namun selama 5 bulan menunggu pihak Rahmat tak pernah memulai komunikasi terkait keberlanjutan hadiah umrah ini.
Kini nenek Saminem hanya berharap Rahmat Santoso menepati janjinya untuk memberangkatkan umroh pada tanggal 25 Agustus 2023 mendatang.
“Sampai Ibu saya itu pernah datang ke Kampung Coklat menanyakan kelanjutan hadiah umrah ini. Lha yang terakhir ini, malah gak ada jawaban, tapi Alhamdulillahnya kemarin dikabarin ajudannya dan pihak Kampung Coklat katanya tanggal 25 gitu,” ucapnya
Joko menyebut sang ibunda sangat mengharapkan hadiah umrah tersebut. Itulah yang membuat Joko selalu menanyakan pada pihak Rahmat, hingga kini.
BACA JUGA:
Rahmat Santoso Mundur dari Wabup Blitar Dianggap Kurang Etis
“Ibu saya, namanya juga orang desa, sudah tua, begitu tahu dapat hadiah umrah senangnya bukan main, ya mengharap terus. Tapi kalau saya mengharap terus yo ndak bisa. Istilahnya, piye to mak, lek awak dewe desak-desak terus, wong awak dewe mek dikei hadiah,” tutupnya.
Kini setelah ada kejelasan waktu pemberangkatan umroh. Nenek Saminem hanya bisa berharap Rahmat Santoso menepati janjinya.
Sehingga dirinya bisa berangkat ke Tanah Suci, sesuai dengan harapannya.
“Saya berterima kasih ke Pak Wabup yang sudah ingat semoga ibu saya bisa segera berangkat sesuai jadwal,” pungkasnya. [owi/beq]






