Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Sedang Mangkal, Enam PSK di Paiton Probolinggo Terjaring Razia Polisi

Probolinggo (beritajatim.com) – Enam orang Pekerja Seks Komersial (PSK) yang sedang mangkal menunggu pelanggan di warung remang-remang di Desa Plampang Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, terjaring razia keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dilakukan oleh Satuan Samapta dan Bhayangkara (Satsabhara) Polres setempa

Enam PSK tersebut yakni, SI (32) dan BA (33) ibu rumah tangga asal Desa Betek, Kecamatan Krucil, RA (36) dan AK (36) warga Desa Kapasan, Kecamatan Pajarakan, RA (32) warga Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, dan ES (25) warga Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo.

Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com menyebutkan, Polisi menerima laporan warga sekitar yang resah dengan keberadaan warung kopi yang dijadikan tempat mangkal para PSK.

“Dari laporan itu, untuk memastikan kebenaran informasinya kemudian kami tindaklanjuti dan setelah kami pantau ternyata memang benar adanya. Mereka terpantau sedang mangkal,” kata Kasat Sabhara Polres Probolinggo, AKP Ahmad Jayadit, Senin (1/11/2021).

Enam orang Pekerja Seks Komersial (PSK) yang sedang mangkal menunggu pelanggan di warung remang-remang di Desa Plampang Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, terjaring razia keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)

Setelah diinterogasi, para PSK itu mengaku hanya menunggu para lelaki hidung belang di sekitar warung kopi tersebut, namun setelah digeledah, ternyata di dalam warung terdapat kamar khusus yang dibangun untuk melayani nafsu bejat lelaki hidung belang.

“Sudah tersedia kamar khusus di dalam belakang warungnya, saat kami geledah kami temukan sarung lelaki sudah berserakan, ada yang dibiarkan di ranjang ada juga yang disimpan di kardus,” ungkap Jayadi.

Keenam PSK tersebut, lalu dibawa ke Mapolres Probolinggo untuk dilakukan proses lanjutan. Nantinya, menurut Jayadi, mereka akan menjalani sidang Tindak Pidana Ringan di Pengadilan Negeri Kraksaan.

“Razia-razia tempat lokalisasi maupun miras (minuman keras, Red) akan kami genjot. Apalagi sebelumnya, memang ada yang meninggal di depan warung esek-esek terlebih saat ini masih momentum Pilkades, jadi harus terjamin untuk Kamtibmas,” ujarnya. (tr/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar