Peristiwa

Polres Ponorogo Tetapkan Tersangka Ibu Aniaya Bayi di Kandang Ayam

Ponorogo (beritajatim.com) – Belum kering dari ingatan, di penghujung tahun lalu ada peristiwa memilukan di Desa Bajang Kecamatan Mlarak Ponorogo. Yakni penemuan jasad bayi di kandang  ayam milik salah satu warga.

Kuat dugaan bayi malang itu tewas karena dibunuh, sebab terdapat luka-luka lebam di sekujur tubuh bayi yang berjenis kelamin perempuan tersebut.

Selang hampir empat bulan berjalan, Satreskrim Polres Ponorogo akhirnya menetapkan tersangka atas kasus pembunuhan bayi yang diketemukan di kandang ayam itu. Tersangkanya tidak lain adalah ibu dari bayi tersebut, yakni YS (21). Lamanya penetapan tersangka ini, petugas kepolisian berdalih bahwa pihaknya masih dalam proses pengumpulan alat bukti.

“Proses pengumpulan alat buktia, kan ada bukti yang dikumpulkan cepat juga ada bukti yang lambat,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP. Hendi Septiadi, Kamis (15/4/2021).

Tersangka YS mengaku membunuh bayi itu sesaat setelah bayi tersebut dilahirkan. Dia menerangkan bahwa dalam proses persalinan bayinya tersebut, tidak meminta bantuan kepada siapapun. Karena merasa malu dan takut ketahuan, sebab telah hamil di luar nikah.

“Jadi bayi itu hasil hubungan diluar nikah antara tersangka dengan pacarnya. Dan selama hamil tidak ada orang lain yang mengetahuinya termasuk keluarganya,” katanya.

Atas perbuatan keji tersebut, tersangka YS dijerat dengan undangan-undang tentang perlindungan anak, pasal 80 ayat 3.Dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp 200 miliar.

“Kami jerat dengan undang-undang perlindungan anak, dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun atau denda Rp 200 miliar,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada hari Selasa (29/12/2020) lalu, ditemukan jasad bayi perempuan di kandang ayam milik warga di Dusun Saru Desa Bajang Kecamatan Mlarak Ponorogo.

Menurut informasi yang dihimpun beritajatim.com, bayi yang juga baru dilahirkan itu meninggal dengan tidar wajar. Sebab saat dilakukan olah TKP oleh satreskrim Polres Ponorogo, terdapat luka lebam di badan bayi malang tersebut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, ada luka lebam di jasad bayi tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP. Hendi Septiadi, Selasa (29/12/2020).

Untuk proses penyelidikan, satreskrim sementara mengamankan ibu dari bayi dan laki-laki yang diduga ayah dari si jasad bayi tersebut. Jasad bayi itu berjenis kelamin perempuan dengan panjang 51 centimeter. Saat ditemukan ari-ari masih menempel.

“Kami amanakan YS (20) ibu dari bayi itu dan seorang laki-laki,” katanya.

Menurut informasi dari nenek YS, awalnya YS mengeluh sakit pada pukul 01.00 dini hari. Sang nenek menawarinya obat, namun tidak mau. Nah saat neneknya berada di pasar, pada pukul 04.00, YS melahirkan di kamar mandi. Bayi keluar dan nangis. Disitulah YS memukul bayi tersebut hingga meninggal. Kemudian YS menguburkannya di belakang kamar mandi, tepatnya di kandang ayam milik neneknya.

“Ini masih kami dalami lagi, diduga kuat bayi tersebut hasil hubungan gelap. Sebab YS belum menikah, sehari-hari membantu neneknya di pasar,” pungkasnya.(end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar