Peristiwa

PKL di Jombang Santuni Lansia dan Anak Yatim

Ketua Spekal Jombang Joko Fattah Rochim saat menyerahkan santunan untuk anak yatim

Jombang (beritajatim.com) – PKL (Pedagang Kaki Lima) Bangjo Jombang menggelar ulang tahun ke-2. Dalam acara tersebut mereka memberikan santunan kepada lansia dan anak yatim. Sekretaris paguyuban PKL Bangjo Tomi mengucapkan terima kasih kepada anggota yang hingga saat ini masih tetap solid dalam kebersamaan.

Tomi mengatakan, anggota PKL Bangjo ada sekitar 158 orang dan selama ini berjalan mandiri. Setiap bulannya rutin melakukan pertemuan secara bergilir di rumah anggota. “Sesuai dengan tema peringatan HUT Bangjo ke 2 yakni Jalin Kebersamaan dengan penuh solidaritas,” katanya.

“Setiap bulan kami iuran uang Rp15 ribu. Peruntukan uang itu yang Rp5 ribu untuk tuan rumah sebagai konsumsi dan Rp10 ribu dipakai kas organisasi. Uang kas kami gunakan untuk berbagai kegiatan, di antaranya membantu anggota keluarga PKL yang sedang sakit dan menjalani rawat inap,” ujarnya, Rabu (7/12/2022).

Kemudian pada pertemuan seperti Kopdar juga dilakukan iuran di tempat, seikhlasnya. “Walsil, kegiatan tersebut sudah berjalan dua tahun. Semua lancar dan anggotanya terus bertambah,” kata pria yang beralamat di Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan Jombang ini.

Pada kesempatan kopdar peringatan HUT PKL Bangjo juga dilaksanakan pemberian santunan dan paket sembako kepada anak yatim dan lansia. Santunan berupa uang tunai itu dari Bangjo dan Spekal (Serikat Pedagang Kaki Lima) Kabupaten Jombang.

Ketua Serikat PKL (Spekal) Jombang Joko Fattah Rochim memberikan apresiasi kegiatan yang dilaksanakan paguyuban PKB Bangjo di Dusun Bantengan, Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Senin (5/12/2022). Menurut Fattah, PKL harus bersikap mandiri.

Ia menyatakan, semua yang dilakukan dan didapatkan PKL adalah hasil dari jerih payah sendiri. Hasil keringat dari aktivitasnya berdagang. Bukan bantuan dari orang lain. “Apa yang kita lakukan ini adalah mandiri. PKL ini adalah hasil jerih payah. PKL bekerja tak peduli panas, hujan dan angin. Ini harus diperhatikan. Jangan sampai seorang PKL menunggu atau mengharap bantuan melalui proposal,” ucapnya.

Fattah menjelaskan PKL adalah penggerak ekonomi. “Saya apresiasi acara ini, karena dari hasil jerih payah anggota, bukan dari orang lain. Ini benar-benar mandiri,” tandasnya. [suf/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar