Pamekasan (beritajatim.com) – Sejumlah perahu nelayan di Desa Ambat dan Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, hancur akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah setempat.
Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang di wilayah setempat, juga mengakibatkan pohon tumbang dan aliran jaringan listrik terputus, termasuk perahu nelayan yang hancur diserang ombak.
“Kejadian ini akibat angin kencang disertai gelombang tinggi dan mengakibatkan sejumlah perahu nelayan rusak diterjang ombak,” kata salah satu nelayan asal Bandaran, Nanang Nugroho, Sabtu (24/12/2022).
Bahkan peristiwa ekstrem tersebut tidak hanya terjadi di desanya saja, tetapi juga mengakibatkan kejadian serupa menerpa nelayan di sepanjang pesisir Tlanakan, di antaranya di Desa Ambat.

“Kejadian ini tidak hanya di Bandaran, tapi di pesisir Desa Ambat, juga mengalami hal serupa. Bahkan ada sebagian perahu nelayan yang terbawa arus hingga perigi pantai,” kata nelayan yang perahuhi tersisa dasar kerangka.
Akibat peristiwa tersebut, dirinya mengalami kerugian relatif besar hingga puluhan juta rupiah. “Untuk kerugian insya’ Allah puluhan juta, beda lagi kalau perahu besar seperti milik warga yang lain,” ungkapnya.
“Kalau perahu kecil seperti ini (miliknya), kami beli seharga Rp 30 juta. Itupun belum termasuk mesin dan peralatan lainnya,” pungkasnya. [pin/but]






