Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang pemuda di Mojokerto ditemukan tergantung di loster pintu kamar tidur di sebuah rumah yang terletak di Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, kabupaten setempat. Aksi bunuh diri tersebut diketahui olah ayah tiri korban sendiri.
Kasi Humas Polres Mojokerto, Ipda Tri Hidayati mengatakan, sekira pukul 12.30 WIB, ayah tiri korban pulang ke rumah setelah berjualan soto melihat korban sudah tergantung. “Korban Adha Suryahadi (28) ditemukan tergantung di loster pintu kamar tidur,” ungkapnya, Kamis (26/1/2023).
Masih kata Kasi Humas, korban ditemukan bunuh diri dengan cara gantung diri. Korban menggunakan tali tampar yang diikatkan di leher korban di loster kusen kamar tidur dengan menggunakan tali tampar warna biru.
“Ayah tiri korban pulang dari kerja berjualan soto ayam di depan toko bangunan Jalan Brawijaya Pungging. Ayah tiri korban terkejut melihat korban sudah dalam keadaan menggantung menggunakan tali tampar di loster kusen kamar tidur sehingga langsung menurunkannya,” katanya.
Baca Juga: Frustasi Sakit Tak Kunjung Sembuh, Warga Mojokerto Ditemukan Gantung Diri
Korban diturunkan dari gantungan dengan cara memotong tali tampar yang mengikat di leher korban menggunakan pisau dapur. Harapannya, lanjut Kasi Humas, korban masih bisa tertolong sehingga setelah diturunkan ayah tiri korban memanggil salah satu tetangganya.
“Ayah tiri korban memanggil tetangga untuk memanggil tukang becak dan meminta tolong membantu menaikkan korban ke atas becak untuk dibawa di RSUD Mojosari. Ayah tiri korban berharap korban masih bisa diselamatkan, namun korban sudah tidak bernyawa,” jelasnya.
Kasi Humas menjelaskan, Tim Inafis dan Piket Reskrim Polres Mojokerto yang datang ke RSUD Prof Dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Hanya ada bekas jeratan tali di leher korban.
Baca Juga: Ibu Nikah 3 Kali, Siswa SMA di Blitar Depresi Diputus Pacar lalu Gantung Diri
“Bekas jeratan tali di leher korban diduga akibat tali tampar yang diikatkan di leher korban. Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui penyebab korban melakukan aksi bunuh diri, karena korban orangnya sangat tertutup dan pihak keluarga meminta untuk tidak di outopsi,” ujarnya.
Sehingga, lanjut Kasi Humas Polres Mojokerto, pihak keluarga diminta untuk membuat surat pernyataan. Jenazah korban sendiri setelah dilakukan pemeriksaan langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan ke pemakaman desa setempat. [tin/suf]
Jika Kamu butuh bantuan konsultasi untuk mengatasi masalah depresi atau Kamu melihat orang yang ingin melakukan aksi bunuh diri bisa menghubungi nomor darurat Kementerian Kesehatan di 119






