Mojokerto (beritajatim.com) – Enam jam pasca pelajar di Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto ditemukan gantung diri, kasus bunuh diri kembali terjadi di wilayah tersebut. Kali ini, korban warga Desa Purwojati RT 02 RW 12, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
Korban yang berprofesi sebagai petani atas nama Darto (65) ini, ditemukan sang istri, Siti Kholifah (27) bunuh diri dengan cara gantung diri di dalam rumah. Korban ditemukan gantung diri dengan seutas tali tambang warna hijau pada, Minggu (30/10/2022) sekira pukul 15.00 WIB.
“Sebelumnya, sekira pukul 14.00 WIB, istri korban memberikan makan dan korban menyuruh istrinya untuk membeli obat asam urat di apotek. Istri korban membeli obat dengan diantar kakak ipar korban,” ungkap Kasi Humas Polres Mojokerto, Ipda Tri Hidayati.
[berita-terkait number=”5″ tag=”gantung-diri”]
Sekira pukul 15.00 WIB, istri kembali dari membeli obat. Namun saat membuka pintu rumah, lanjut Kasi Humas, istri korban melihat korban sudah dalam keadaan gantung diri menggunakan seutas tali tambang warna hijau yang dikaitkan pada kayu kuda-kuda bangunan rumah.
“Korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali tambang warna hijau yang dikaitkan pada kayu kuda-kuda bangunan rumah dengan menggunakan pijakan kursi tamu. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Ngoro,” katanya.
Setelah menerima laporan kejadian tersebut, masih kata Kasi Humas, anggota Reskrim Polsek Ngoro bersama petugas Identifikasi Sat Reskrim Polres Mojokerto datang ke lokasi kejadian. Petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Dari hasil pemeriksaan bidan desa, tidak ditemukan luka tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya ada luka bekas jeratan tali tambang pada leher korban. Menurut keterangan dari istri korban dan para tetangga bahwa korban mengalami sakit komplikasi (asam urat, kolesterol dan diabet),” jelasnya.
Korban sakit komplikasi sejak satu tahun yang lalu dan korban sempat frustasi karena penyakitnya tersebut tidak kunjung sembuh. Dari keterangan istri korban dan tetangga, korban dalam melakukan kegiatan sehari-hari tidak bisa berjalan sehingga harus merangkak.
“Dari lokasi kejadian diamankan satu utas tali tambang warna hijau, satu buah kaos oblong warna hitam dan satu buah sarung warna coklat. Namun karena pihak keluarga menolak dilakukan otopsi sehingga pihak keluarga membuat surat pernyataan dan petugas menyerahkan jenazah korban untuk dimakamkan,” tegasnya. [tin/kun]
Jika Kamu butuh bantuan konsultasi untuk mengatasi masalah depresi atau Kamu melihat orang yang ingin melakukan aksi bunuh diri bisa menghubungi nomor darurat Kementerian Kesehatan di 119.







