Peristiwa

Pembatasan Sosial Wilayah, Warga Ini Keluhkan Tak Bisa Keluar Wilayah Beli Obat

Foto: Ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sunaryo, Warga Dusun Patean RT 11 RW 02 Desa/Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro sekitar pukul 21.30 WIB kemarin bermaksud pergi ke apotek yang ada di Jalan Diponegoro, Kecamatan Bojonegoro. Sebab, obat yang biasa dikonsumsi Yayuk atau istrinya habis.

Yayuk mengalami sakit diabetes dan sedang kambuh. Sehingga Sunaryo malam itu juga bermaksud membelikan obat. Di tengah perjalanan, saat sampai di sebelah utara Jembatan Sosrodilogo yang merupakan perbatasan antara Kecamatan Bojonegoro dengan Desa Trucuk ada penutupan jalan. Penutupan jalan dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Penjagaan dilakukan oleh petugas berseragam Dishub, Satpol PP dan Banser. Oleh para petugas Mas Sun (Sunaryo) tidak boleh keluar Desa Trucuk meski menunjukkan contoh obat yang akan dibeli,” ujar Doni, tetangga dekat Sunaryo, Kamis (30/4/2020)

Meski sudah menunjukkan bukti bungkus obat yang akan dibeli, lanjut Doni, Sunaryo tidak bisa menembus penjagaan. Sehingga, dia meminta tolong kepada Doni yang merupakan tetangganya sendiri agar jika punya keluarga yang ada di kawasan kota bisa dimintai tolong membelikan obat.

“Kemudian saya coba cari info di grup Facebook, dan menemukan satu nomor yang bersedia membantu membelikan obat,” ujar Doni, Kamis (30/4/2020).

Doni menceritakan, Sunaryo saat itu sempat panik, karena tidak bisa membeli obat. Sedangkan istrinya di rumah sedang sakit. Dia juga mengaku tidak punya keluarga yang berada di kawasan kota untuk dimintai tolong membeli obat.

Yusti Rubiantika, salah seorang yang menolong membelikan obat mengaku sengaja menyebar nomornya di grup Facebook agar jika ada warga yang mengeluh dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah yang kurang sesuai bisa dilaporkan. “Karena warga ada yang kesusahan dengan kebijakan ini saya hanya berusaha membantu,” terangnya.

Usai membelikan obat jenis Antidia dan Episan Sucralfate Suspension kemudian Yusti bertemu dengan Sunaryo untuk menyerahkan obat di posko penjagaan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, di daerah perbatasan Kecamatan Trucuk dengan Kecamatan Bojonegoro.

Sementara Camat Trucuk Heru Sugiharto membenarkan bahwa dengan meluasnya virus corona atau Covid-19 yang ada di Bojonegoro pihak Kecamatan Trucuk menerapkan pembatasan sosial dan melakukan penjagaan di pintu-pintu masuk dengan daerah perbatasan dan jalan-jalan desa.

“Tadi juga ada koordinasi di penjagaan jalan-jalan desa terkait buka tutup. Serta pembinaan terhadap tim Gugus Tugas, dan menangkap keluhan warga terkait pelaksanaan buka tutup,” jelasnya.

Mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro itu mengimbau agar aktivitas masyarakat yang akan ke wilayah Kecamatan Bojonegoro lebih dikurangi. Jika memang mendesak, kata dia, warga tetap memakai masker dan selalu cuci tangan. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar