Pasuruan (beritajatim.com) – Sejumlah pekerja gorong-gorong dikagetkan dengan penemuan granat tangan di Kelurahan Kersikan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Diduga granat tangan ini sudah berumur puluhan tahun dan tertinggal saat masa penjajahan berlangsung.
Menurut salah satu pekerja yang menemukan granat, Basani, dirinya sedang menggali di tepian makam mbah ratu. Saat menggali, cangkulnya menatap benda keras yang ternyata sebuah granat tangan.
Sontak dirinya yang kaget kemudian manggil teman dan langsung dilaporkan kepada pihak kelurahan dan Polsek Bangil. “Saat saya gali, ada benda bulat yang kena cangkul saya, saya kira batu ternyata granat,” katanya, Senin (30/10/2023).
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Bangil Kompol Sukiyanto dan anggotanya langsung mendatangi lokasi kejadian. Setelah dilokasi kejadian, pihak polisi langsung memasang garis pengaman atau police line.
Suki mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang menunggu tim penjinak bom (Jibom) dari Polda Jatim. “Saat ini kami masih belum bisa memastikan granatnya aktif atau gak, kita masih menunggu tim Jibom dari Polda,” katanya.
Suki juga mengatakan bahwa penemuan granat tangan ini ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu para pekerja sedang menggali untuk digunakan gorong-gorong, namun saat sudah berada di kedalaman sekitar 40 centimeter, para petugas menemukan adanya granat tangan. (ada/kun)
BACA JUGA: Kasus Penimbunan BBM Subsidi Pasuruan, Data Penting Malah Hilang Sebelum Dibacakan dalam Sidang






