Peristiwa

Nenek Lumpuh di Kediri Tinggal di Gubuk Reot

Kediri (beritajatim.com) – Seorang nenek di Kabupaten Kediri bernasib malang. Dia mengalami kelumpuhan setelah kecelakaan yang pernah dialaminya.

Nenek tersebut bernama Mbah Karinah (80) tinggal di Dusun Bolowono, Desa Wonokerto, Kabupaten Kediri. Perempuan tua ini tinggal sebatang kara di sebuah gubuk dadi anyaman bambu. Untuk menyambung hidup, sang nenek berjualan kacang.

Rohmah, tetangganya mengaku Mbah Karinah sudah lama tinggal di gubuk reot tersebut. Tempat tinggalnya tersebut bukan miliknya, melainkan lahan warga.

“Mbah Karinah dulu berjualan kacang di pasar. Ya di rumah ini biasa memasak kacang, namun karena usia dan sakit, saat ini di rumah saja,” kata Rohmah ditemui di rumah Mbah Karinah.

Mbah Karinah sehari-hari hanya berbaring di tempat tidur. Karena keluarga tidak ada yang mengurusnya, akhirnya para tetangga yang membantu kehidupan sehari-hari.

Selama ini, Mbah Karinah hanya bisa mengandalkan bantuan para tetangga termasuk untuk cuci baju, hingga makan sehari-hari.

Mbah Karinah tinggal di rumah bambu dengan ukuran sangat kecil, sekitar 3×4 meter. Rumah itu hanya terdiri dari dapur dan tempat tidur tanpa fentilasi yang memadahi. Di rumahnya juga nyaris tidak ada benda berharga.

Terdapat satu almari terbuat dari plastik. Di dalamnya berisi sejumlah bahan makanan bantuan dari warga. Ada mi instan, minyak goreng serta beras.

Di dapur juga terdapat sejumlah alat masak yang sudah cukup lama tidak digunakan. Dapur juga ala kadarnya. Gubuk nenek tersebut juga sudah reot. Di sisi kanan kiri sudah berlubang.

Hanya terdapat satu tempat tidur dan itu pun terbuat dari bambu. Untuk baju, hanya ada sekedarnya yang menempel di tubuh serta sejumlah baju ganti. Ia juga hanya mengenakan selimut dari kain jarik.

Untuk penerangan, terdapat satu bola lampu yang disalurkan dari rumah tetangga. Siang hari, lampu itu juga tetap nyala, khawatir jika malam kelupaan untuk menyalakan lampu.

Rohmah sempat mengajak Mbah Karinah tinggal di rumahnya. Namun hanya sebentar dan setelah itu Mbah Karinah kembali ke rumahnya.

“Dulu kan saya rawat, berharapnya mudah memantaunya. Tapi mbah tidak betah dan nekat pulang ke rumah,” kata dia.

Ia juga menambahkan, Mbah Karinah juga enggan dibawa ke rumah sakit. Ia sempat terjatuh hingga kini lumpuh. Kondisi kesehatannya juga semakin memburuk.

Selama ini warga gotong royong membantu untuk kebutuhan sehari-hari Mbah Karinah. Ada beberapa warga yang ikut membantu misalnya membelikan popok dan untuk makan.

Ia berharap, pemerintah juga memperhatikan Mbah Karinah dengan memberikan tempat tinggal yang lebih layak.

Mbah Karinah masih bisa diajak komunikasi. Ia bahkan masih memahami saat diajak dialog. Dirinya mengeluhkan batuk yang hingga kini belum sembuh.

“Batuk. Mau nyuwun digawekno jeruk nipis lan kecap (tadi minta dibuatkan jeruk nipis dicampur kecap),” kata Mbah Karinah. [nm/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar