Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Masuki Musim Hujan, Bupati Jombang Sebut Ada 32 Desa Rawan Bencana

Bupati Jombang saat memantau persiapan dapur umum dalam apel kesiapan bencana di lapangan pemkab setempat, Senin (25/10/2021)

Jombang (beritajatim.com) – Bupati Jombang Mundjidah Wahab menyebut ada 32 desa di wilayahnya yang rawan bencana dengan kategori tinggi. Desa-desa tersebut rersebar di sejumlah kecamatan. Yakni Kecamatan Bareng, Mojowarno, Mojoagung, Kesamben, Kabuh, Ploso dan Sumobito.

Hal itu dikatakan bupati saat menghadiri ‘Apel Gelar Pasukan Dan Peralatan Dalam Rangka Antisipasi Menghadapi Bencana Alam Tahun 2021’ pada Senin (25/10/2021) pagi, dilapangan Pemkab Jombang. Apel tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Jombang Sumrambah, Forkopimda Kabupaten Jombang, serta Kepala OPD terkait lingkup Pemkab Jombang.

Selain itu juga diikuti pasukan dari Kodim 0814 Jombang, Satuan Samapta, Gabungan Polsek, Satlantas, Satpol PP, Dishub, Dinkes dan Dinsos, BPBD Jombang, Perhutani, serta Relawan. “Kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada seluruh personel TNI, Polri, BPBD, Nakes dan seluruh stakeholder lainnya,” ujarnya.

Dikatakan Bupati bahwa pelaksanaan apel ini merupakan momentum yang tepat bagi satuan pelaksana penanggulangan bencana untuk melakukan sinergi dan konsolidasi. Sebab bencana alam merupakan sesuatu yang sulit diprediksi. Namun langkah antisipasi untuk meminimalisir dampak yang akan timbul dari bencana tersebut perlu dipersiapkan.

Pelaksanaan apel ini juga menjadi bukti komitmen kita bersama dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana alam serta untuk memberikan bantuan secara optimal kepada masyarakat yang terdampak bencana. “Penanganan bencana juga harus disesuaikan dengan protokol kesehatan sehingga diharapkan tidak menjadi kluster baru dalam penyebaran covid 19,” kata Mundjidah.

Saat ini, lanjut Bupati Mundjidah, akan memasuki musim penghujan. Nah, berdasarkan data dari BMKG wilayah Jawa Timur, musim penghujan pada November dan puncaknya pada Januari hingga Februari tahun 2022. Musim hujan tersebut dimungkinkan mengalami peningkatan intensitas curah hujan.

Maka perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjutan dari curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. “Untuk mengantisipasi hal tersebut masyarakat dan semua pihak yang berada di lokasi rawan bisa melakukan pengelolaan sumber daya air dan pengurangan risiko bencana,” ungkapnya.

“Sekali lagi, semuanya gar bersiap segera melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang atau puting beliung ataupun ancaman badai tropis lainnya,” pungkasnya bupati perempuan pertama di Kabupaten Jombang ini. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar