Surabaya (beritajatim.com) – Laga Persebaya vs Arema akan terselenggara Sabtu (23/03/2023) sore. Pihak kepolisian menerapkan rekayasa arus lalu lintas di jalanan sekitar Gelora Bung Tomo (GBT) agar tidak terjadi penumpukan massa.
Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Arif Fazlurrahman mengatakan pihaknya akan menutup akses ke jalan Benowo khusus untuk roda empat. Pihaknya akan mengalihkan kendaraan roda empat melewati jalan Tol Tandes dan turun sebelum di pintu masuk tol Romokalisari.
“Jadi dilarang masuk lewat jalan Jawar dan Jalan Singapor. Harus lewat tol. Keluar sebelum exit tol Romokalisari dan ada petugasnya,” ujar Arif, Sabtu (23/09/2023).
Jika tidak mau melintasi tol, petugas menghimbau agar para pengendara mobil melewati jalur Teluk Lamong melewati Terminal Osowilangun. Lalu putar balik ke arah GBT tempat laga Persebaya vs Arema digelar.
“Penerapan dimulai dari jam 10. Sampai situasi dinyatakan kondusif dan normal,” imbuh Arif.
Baca Juga: Jumlah Suporter Dibatasi 25 Ribu, Persebaya Surabaya Wajib Ikuti Peraturan
Petugas kepolisian juga menerapkan dua kali screening bagi para suporter yang hendak melihat langsung laga Derby Jatim, Persebaya vs Arema di stadion GBT. Dua penyekatan terluar ada di Simpang Lima Jalan Benowo dan Simpang Tiga Romokalisari. Petugas screening akan memeriksa tiket suporter yang hendak masuk ke stadion GBT.
“Ini untuk mengantisipasi adanya COD tiket di sekitar stadion GBT. Jadi dari ring terluar sudah kita saring,” kata Arif.
Open gate dari laga Persebaya vs Arema akan dimulai pada pukul 1 siang. Petugas akan terus melakukan penyisiran dan sterilisasi di sekitar stadion. Pohak Polrestabes Surabaya juga berkomitmen melakukan penjagaan tanpa senjata api (senpi). Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, hanya petugas di Ring 3 Stadion GBT yang dapat menggunakan pelontar. (ang/ted)






