Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Jembatan Kali Tinggang di Bojonegoro Putus

Bojonegoro (beritajatim.com) – Jembatan sepanjang 41 meter yang melintang di atas Kali Tinggang Desa Bancer Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro putus. Jembatan itu putus lantaran tebing sungai longsor yang menggerus titian jembatan, Rabu (25/5/2022).

Kepala Desa Bancer Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro Ali Mustofa, mengatakan putusnya jembatan penghubung antara Dusun Padas dengan Dusun Bancer Desa Bancer Kecamatan Ngraho itu setelah tebing sungai Kali Tinggang longsor.

“Setelah terjadi hujan lebat pada Minggu (22/5/2022) malam, kemudian tebing sungai longsor karena air yang mengalir terhalang sampah reranting yang menyangkut di titian jembatan dan mencari jalur baru,” ujar Ali Mustofa.

Tebing sungai yang longsor sepanjang kurang lebih 50 meter dengan kedalaman tujuh meter. Longsornya tebing itu menyeret tiga pilar titian jembatan hingga putus sepanjang delapan meter. “Kalau panjang jembatan total 41 meter dan putus sepanjang delapan meter,” jelasnya.

Kondisi tersebut oleh Camat Ngraho, Masirin sudah dilaporkan ke Dinas PU Sumber Daya Air (SDA). Dari hasil assessment yang dilakukan petugas PU SDA, jembatan dibangun di atas bangunan chek dam Kali Tinggang. “Rencananya akan dibangun kembali dengan APBD tahun depan,” ujarnya.

Dampak putusnya jembatan itu, sedikitnya 150 warga yang ada di Dusun Bancer yang terisolasi sehingga harus memutar jalan lain dengan jarak sekitar 1 kilometer. “Kalau dibuat jembatan darurat kondisinya membahayakan, sehingga harus mencari jalan alternatif,” pungkasnya. [lus/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar