Peristiwa

Geger! Warga Lamongan Temukan Kepingan Koin Kuno

Disparbud Lamongan saat mengamankan koin uang kuno di Desa Sukosongo

Lamongan (beritajatim.com) – Desa Sukosongo Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan dibuat geger setelah sebagian dari warganya menemukan kepingan koin uang kuno yang belum diketahui merupakan peninggalan dari era kerajaan atau dinasti apa.

Sontak para warga lainnya yang ada di desa tersebut berbondong-bondong ikut mencari kepingan koin uang kuno dengan menggunakan ember. Bahkan, momen tersebut sempat diabadikan melalui video berdurasi 1 menit 31 detik dan diunggah ke media sosial oleh akun atas nama Indah LeL.

Mengetahui hal tersebut, Kasi Museum dan Sejarah Purbakala Disparbud Lamongan, Edy Suprapto mengungkapkan, saat itu pihaknya langsung menuju lokasi dan mengamankan sejumlah koin uang kuno yang masih tersisa dari tangan warga Desa Sukosongo tersebut.

“Sayangnya, saat kami ke lokasi, koin-koin yang ditemukan oleh warga tersebut hanya tinggal beberapa keping saja, karena sebagian sudah dijual oleh warga,” ungkap Edy saat dikonfirmasi wartawan, pada Sabtu (4/9/2021) pagi.

Lebih lanjut, Edy menuturkan, bahwa berdasarkan laporan yang diterima dari Kepala Desa setempat, Ahmad Zainal Arifin, kepingan koin uang kuno itu sebagian besar telah dijual oleh warganya ke kolektor yang berasal dari Surabaya.

Diketahui, koin uang kuno yang telah ditemukan oleh warga Desa Sukosongo ini berbahan logam dan berbentuk lingkaran, serta adanya lobang kotak di bagian tengahnya. Secara fisik, koin uang kuno itu masih utuh, namun sudah berkarat dan berwarna kehijauan seperti tertutup lumut.

Saat ini, Edy mengaku, bahwa pihaknya bersama Pemerintah Desa Sukosongo telah meminta warga untuk menghentikan aktivitas pencarian koin uang kuno tersebut. “Beberapa yang tersisa dari tangan warga tersebut kini telah diminta oleh Disparbud Lamongan dan diamankan, yakni beberapa koin kuno dan ada batu bata juga,” ujarnya.

 

Disparbud Lamongan saat mengamankan koin uang kuno di Desa Sukosongo

Menurut Edy, permintaan untuk dihentikan tersebut bukan tanpa alasan, hal itu lantaran bisa melanggar Pasal 26 ayat 4, Undang Undang RI Nomor 11 Tahun 2010, tentang cagar budaya.

“Pasal tersebut berbunyi, Setiap orang dilarang melakukan pencarian cagar budaya atau diduga cagar budaya dengan penggalian, penyelaman atau pengangkatan di darat dan atau di air,  sebagaimana dimaksud pada ayat 2, kecuali dengan izin pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya,” jelasnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Disparbud Lamongan akan berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, untuk melakukan kajian lebih lanjut terkait koin uang kuno yang ditemukan oleh warga Desa Sukosongo.

“Kami harus berkoordinasi dengan ahlinya, biar jelas, kira-kira koin uang kuno itu dapat diketahui merupakan peninggalan dari dinasti atau kerajaan apa, serta tahunnya berapa,” pungkas Edy.[riq/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar