Tuban (beritajatim.com) – BMKG Tuban jelaskan tentang fenomena suhu panas yang terjadi di beberapa wilayah khususnya di Kabupaten Tuban paling besar mencapai 32,1 derajat celcius.
Dimana suhu tersebut dampak dari gelombang panas yang terjadi di Asia khususnya Bangladesh atau India mengalami gelombang panas ekstrem yang mencapai 51 derajat celcius, sedangkan di Indonesia bukan gelombang panas melainkan suhu panas akibat fenomena tersebut.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Tuban, Zen Irianto Padama mengatakan, berdasarkan pengamatan suhu maksimum yang terjadi di Kabupaten Tuban hingga saat ini tanggal 25 april tercatat suhu paling tinggi yakni sebesar 32,1 derajat celcius. “Jadi kalau kita perhatikan suhunya masih dibilang aman, tidak ekstrim sekali,” ucap Zem Irianto Padama.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/olahraga/daftar-pemain-flop-setelah-meninggalkan-persebaya/
Zem sapaannya juga menambahkan, suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia khususnya Kabupaten Tuban diperkirakan akan terjadi sampai bulan Mei tahun 2023. “Lebih tepatnya Indonesia tidak mengalami gelombang panas, namun suhu maksimum udara permukaan tergolong panas,” terang Zem.
Zem mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dari mulai minum vitamin dan banyak minum air mineral untuk mengurangi dehidrasi. Kemudian, pada siang hari agar menghindari aktivitas berlebih diluar rumah, karena suhu panas pada siang hari lebih terasa. “Lalu, tetap pantau atau mengikuti update informasi cuaca oleh BMKG,” kata Zem. [ayu/kun]
![Fenomena Suhu Panas, BMKG Tuban Ingatkan Warga Jaga Kesehatan Indeks Ultraviolet sinar matahari di wilayah Indonesia. [Foto:Istimewa/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG_20230425_132739_11zon.jpg)





