Peristiwa

Emak-emak di Karangdieng Mojokerto Hadang Alat Berat

Puluhan warga Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto menghadang alat berat yang akan melakukan aktivitas tambang.

Mojokerto (beritajatim.com) – Aksi penghadangan alat berat dilakukan puluhan warga Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto di sebuah area persawahan desa setempat. Ini lantaran, lokasi tersebut akan digali untuk perluasan galian C yang sebelumnya ada di sisi timur.

Area persawahan yang akan diperluas menjadi lokasi galian C tersebut berada tepat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Karangdieng. Tidak hanya kaum Adam, sejumlah emak-emak dengan membawa anaknya juga turut menghadapi alat berat yang datang sejak, Senin (22/3/2021) pagi.

Salah satu warga, Kustia (47) mengatakan, aksi warga tersebut dilakukan untuk menolak perluasan area galian C. “Warga menolak penggalian tanah karena akan merusak lingkungan. Sebelum dilakukan aktivitas di sini, warga minta ada pertemuan pengusaha dengan warga,” ungkapnya.

Namun, tidak ada tanggapan dari pihak pengusaha hingga akhirnya alat berat didatangkan ke lokasi. Sebelum aktivitas galian C yang ada di sisi timur digali, pihak pengusaha mengatakan akan membuat jalan di sisi barat tepat di depan TPA Karangdieng. Namun hingga dua tahun beroperasi, jalan tersebut tidak dibangun.

Puluhan warga Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto menghadang alat berat yang akan melakukan aktivitas tambang.

“Jalannya lewat selatan. Tapi kenapa sekarang sana sudah dalam mau beralih ke sini. Alasannya mau bikin jalan. Ini dulunya sawah milik 5 orang warga Karangdieng tapi dibeli pengusaha itu. Pemiliknya sama dengan galian yang ada di sisi timur itu. Tidak tahu katanya mau diambil pasirnya, warga menolak. Alasannya karena merusak lingkungan,” katanya.

Hingga dua tahun galian C di sisi timur tersebut beroperasi, tidak ada jalan menuju ke barat. Truk hilir mudik lewat jalan yang sudah dibuat pengusaha yang mengarah ke selatan. Namun saat lokasi galian C tersebut sudah digali dalam, warga mendengar akan diperluas ke sisi barat.

“Warga minta dibicarakan dulu dengan warga. Biar ada kesepakatan, belum ada kesepakatan sudah datang alat berat. Tadi pagi datangnya, ini sudah dua kali warga melakukan penolakan. Warga meminta agar alat berat yang sudah ada di lokasi ini segera dikeluarkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Kutorejo, AKP Heri Susanto mengatakan, jika area persawahan seluas 5 hektar yang akan dijadikan lokasi galian C tersebut sudah berizin. “Izin sudah ada. Warga minta dirapatkan dulu jadi untuk operasional galian menunggu dirapatkan. Rencananya, besok,” jelasnya.

Kapolsek menambahkan, pertemuan antara pengusaha dan warga tersebut untuk membahas terkait permintaan warga tersebut. Pihak polsek dan desa akan menjembatani terkait permintaan warga tersebut sehingga operasional galian menunggu hasil pertemuan antara pengusaha dan warga. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar